Sumber gambar : Arsip Foto بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين Pada era sekarang yang globalisasi ini penting untuk penguasaan bahasa asing di samping penguasaan bidang. Karena dengan penguasaan bahasa asing banyak, peluang kita untuk bisa lebih profesional terbuka lebar. Terlebih bagi periset. Banyak dana hibah internasional terkait bidang ditawarkan, sedikit mustahil apabila tidak bisa berbahasa asing terkait pengusulan dan terkait berkolaborasi dengan dunia internasional. Para ahli sekarang banyak yang harus bisa berkomunikasi dengan ahli lainnya di negara lain, untuk bisa membuka peluang kerja sama. Peluangnya dibuka setiap tahun, maka bagi para pelajar, profesional, penguasaan bahasa asing lebih dari satu sangat disarankan. Terlebih untuk para akademisi, karena terkait artikel dan seminar sulit untuk bisa diikuti apabila penguasaan bahasa asingnya minim. Saya pun yang berprofesi filolog sa...
Sumber gambar : Foto Arsip
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله
صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين
Pernah dengar dengan profesi filolog?!, pasti belum semua mengetahui. Saya pun dulu mengetahuinya dari dosen ku. Ternyata filolog itu tingkat studi lanjut bagi yang sudah sarjana bahasa atau sastra, jadi khusus mengkaji peninggalan tulisan masa lalu pada naskah kuno.
Sebenernya profesi ini tidak harus menjadi dosen, bisa jadi filolog di museum atau perpustakaan.
Tapi dulu saya tes nya ikut yang jadi dosen karena saran dari dosen dan staft di kampusku agar bisa mengajar selain meneliti naskah.
Waktu belajarnya memang agak sulit, karena tinggalan masa lalu itu semuanya berbeda dengan masa sekarang, tulisan, bahasa, Konvensi, pemikiran, budaya, keadaan zaman, dll, jadi harus bisa pahami itu semua, bacaan buku kita harus banyak. Tapi beruntungnya bagi yang layar belakang studinya sastra kami sudah terbiasa dengan banyaknya bacaan kami, dan sudah ngerti tradisi sastra, berbeda dari yang keilmuan lain ingin ambil filologi bisa tapi agak harus menyesuaikan.
Yang sulitnya memang terkait materi isi naskah itu, tapi untuk kerja lapangan atau terkait fisik naskahnya mengasyikan, kita bisa datang ke tempat baru, bertemu dengan pemilik naskah. Dan bisa mengetahui cerita histori masa lalu dari narasumber naskah, dll.
Sebagai filolog saya sudah mulai ingin petakan riset naskah kuno Nusantara mulai dari riset terkait fisik naskah dan isinya. Harus semangat untuk bisa riset, agar lebih maju.
Sebenernya kerja filologi itu simpel dan belum banyak filolog di Indonesia, bahkan di negara luar.
Kerjanya mengkaji naskah, atau istilah modernnya menjadi editor buku lama untuk diterbitkan di era sekarang.
Demikian, semoga memberikan pengetahuan ttg filolog.
Wasalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment