Sumber gambar : Foto Arsip بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين و بعد Kali ini mau hanya bincang2 saja tentang perjalanan hidup sebagai seorang pengajar, ya sedikit coba ke arah perjalanan hidup. Kadang saya berpikir sejak kecil tidak pernah terpikir akan menjadi seperti sekarang, apalagi keadaannya. Dulu pas kecil pikirannya hanya sekelumit lingkunganku, bahkan cita2 juga tidak tinggi. Ayahku seorang pengusaha, dari mulai usaha perdagangan beras, perternakan ayam petelur, dan pedagang telur, sembako, angkutan umum, dan truk pengangkut. Sejak kecil hanya ingin bisa mengendarai mobil, nyopir gitu, main2 sama teman2 ttg usaha angkutan, dan saya jadi bosnya, ha ha ternyata sosok ayah bagi seorang anak itu idola. Kemudiaan ingin punya peternakan ayam yang luas dan besar hingga punya kuda-kuda. Almarhum Kakekku berjanji akan wujudkan belikan kuda dan alhamdulillah terwujud, tapi hanya sewa pas khitanan saya naik kuda ...
Sumber gambar : Arsip Foto
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله
صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين
Pada era sekarang yang globalisasi ini penting untuk penguasaan bahasa asing di samping penguasaan bidang. Karena dengan penguasaan bahasa asing banyak, peluang kita untuk bisa lebih profesional terbuka lebar. Terlebih bagi periset.
Banyak dana hibah internasional terkait bidang ditawarkan, sedikit mustahil apabila tidak bisa berbahasa asing terkait pengusulan dan terkait berkolaborasi dengan dunia internasional.
Para ahli sekarang banyak yang harus bisa berkomunikasi dengan ahli lainnya di negara lain, untuk bisa membuka peluang kerja sama.
Peluangnya dibuka setiap tahun, maka bagi para pelajar, profesional, penguasaan bahasa asing lebih dari satu sangat disarankan.
Terlebih untuk para akademisi, karena terkait artikel dan seminar sulit untuk bisa diikuti apabila penguasaan bahasa asingnya minim.
Saya pun yang berprofesi filolog sangat ingin bisa menembus riset hingga ke Iskandariyah (pusat riset filologi masa lalu), Mekkah, Madinah karena terdapat Ulama Nusantara yang menetap dan menulis di Tanah Suci pada dahulu kala, Museum Top kopi Turki karena banyak peninggalan Islam di sana, dan Leiden (pusat penyimpanan naskah Nusantara), karena zaman kolonial dulu banyak naskah Nusantara diambil ke sana.
Demikian semoga menambah wawasan,
Be happy,
Wabillahi taufik wal hidayah wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment