Sumber gambar : Foto Arsip بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله Alhamdulillah, shalatu wa salamu 'alaa Sayyidina Muhammadin wa 'alaa Alihi wa Shahbihi wa Tabi'in wa ba'du, Assalamu'alaikum, pada kesempatan kali ini mau share saat diri ini masih remaja, Almarhum Kakek dari Ayah rahimahumullah (H.Raffi'i) pernah mewasiatkan kepadaku untuk selalu menjaga tradisi keluarga sebagai pedagang. Ketika ingat ini rasanya sangat sedih. Betapa dulu aku nakal tidak serius mendengar malah tidak serius. Saat ini baru terasa maknanya ketika telah jauh melangkah, bahwa benar perkataannya beliau, terkadang dalam hidup ini ada masa-masa sulit, tapi jangan berputus asa. Menurutnya tetaplah berusaha, kalau bisa sambil berdagang, jangan malu, yang penting halal, bantu2 Ayah terus belajar, nanti bisa buka sendiri, bila ingat ini, kok bisa beliau tau tentang masa depan. Beliau sepertinya tau saya akan menjalani kehidupan sebagai akademisi, beliau tau bahwa kehidupan ke depan bagiku tida...
Sumber gambar : Foto Arsip
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله
Alhamdulillah, shalatu wa salamu 'alaa Sayyidina Muhammadin wa 'alaa Alihi wa Shahbihi wa Tabi'in wa ba'du,
Assalamu'alaikum, pada kesempatan kali ini mau share saat diri ini masih remaja, Almarhum Kakek dari Ayah rahimahumullah (H.Raffi'i) pernah mewasiatkan kepadaku untuk selalu menjaga tradisi keluarga sebagai pedagang. Ketika ingat ini rasanya sangat sedih. Betapa dulu aku nakal tidak serius mendengar malah tidak serius.
Saat ini baru terasa maknanya ketika telah jauh melangkah, bahwa benar perkataannya beliau, terkadang dalam hidup ini ada masa-masa sulit, tapi jangan berputus asa. Menurutnya tetaplah berusaha, kalau bisa sambil berdagang, jangan malu, yang penting halal, bantu2 Ayah terus belajar, nanti bisa buka sendiri, bila ingat ini, kok bisa beliau tau tentang masa depan. Beliau sepertinya tau saya akan menjalani kehidupan sebagai akademisi, beliau tau bahwa kehidupan ke depan bagiku tidak mudah, dan beliau tau saya akan menjadi tulang punggung keluarga.
Jangan meminta, berdaganglah katanya, yang penting halal. Tak pernah aku tau latar belakang sejarahnya kakek dari pihak ayahku tsb, wajahnya ketika membuka pintu ketika kami pergi ke rumahnya yang jauh selalu terbayang, sorbannya, pecinya, cara bicaranya, pola menerima kami, semuanya aku rindu. Semoga engkau bersama dengan Almarhum Kakek dari Mama rahimahumullah sekarang sedang berkumpul dan InsyaAllah dekat dengan Rasulullah SAW, aamiin. Dua sahabat yang kemudian berandil untuk adanya aku terlahir di dunia ini. Pedagang dan petani, yang banyak bahagiakan orang-orang. Dua sosok yang selalu aku rindukan. Pelukan hangat yang saat aku susah dan gusar yang sangat dirindukan dari beliau berdua sangat dirindukan sebagaimana pelukan hangat yang sangat didambakan dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Melepas semua beban ini dan membasuh peluh, meluruskan langkah, memberi kekuatan, dan kembali menebar kasih sayang.
Pola hidup sederhana yang dipenuhi berkah dan kasih sayang, melahirkan generasi yang penuh kasih tanpa harus meminta pamrih. Ketulusan hati menjadi dasar akan amal, tidak untuk sedikitpun membuat orang lain terluka.
Bila ada salah dan kurang dari kami, mohon kiranya untuk dimaafkan, apabila boleh untuk berharap marilah kita berbuat amal shaleh. Jangan nilai dari apapun cukup percaya bahwa kebaikan berbalas kebaikan, dan ridha Allah SWT yang utama.
Mengingat risalah dari Kakek tentang hidup seakan memberikan sinyal bahwa hidup bolehlah berusaha untuk maju sejalan dengan perkembangan zaman (modern) tapi jangan lupa tradisi (kearifan) yang telah diajarkan oleh para leluhur, agar hidup berkah dan bermakna.
Demikian semoga bermanfaat,
Rabbana atina fi dunia hasanah wa fil akhirat hasanah waqina adzaban nar, aamiin.
Wabillahi taufik wal hidayah wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment