Sumber gambar: Foto Arsip بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين و بعد Pada kesempatan kali ini, saya mau share tentang masa kecilku dan kaitannya dengan pentingnya membaca Al-Qur'an Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 . Ceritanya ketika masih kecil kami mengaji di beberapa madrasah dekat rumah. Waktunya berbeda-beda, dan untuk yang lebih besar lagi kajiannya nantinya kami dimasukan ke kelompok belajar di Pontren yang masih ada hubungan keluarga, namun tidak tinggal, tetap pulang ke rumah. Awal pertama mengaji itu saya merasa malu, karena baru pertama kali gabung dengan yang lain. Biasanya hanya dirumah, dengar mama atau ayahku yang membaca Al-Qur'an. Hingga akhirnya teman-teman main mengajakku, dan orang tua support untuk itu, terutama kakekku, yang antusias apabila sudah saya bilang nanti kami ada acara imtihannya. Beli seragam, kemudian menari saman, dan tampil di panggung ketika selesai mengaji setiap satu tahun. Tr...
Sumber gambar : Foto Arsip
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله
صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين و بعد
Pada kesempatan kali ini mau share tentang "kelelahan" yang berganti kebahagiaan. Yang saya maksud adalah tiada hasil yang mengkhianati hasil, setiap usaha yang kita lakukan insyaAllah akan berbuah. Dengan seiring waktu, sedikit demi sedikit, InsyaAllah.
Masa studiku di bidang literatur tergolong panjang, dan terjeda dengan segala problematika, hingga saat memasuki jenjang tertinggi, ujiannya pun tidak main2, sulit.
Tapi, berdasarkan pengalaman bahwa semua akan ada akhirnya, semua akan sampai. Walau bagi kita yang rakyat biasa harus sampai dengan waktu bertahun2. Namun perlu disyukuri karena semua bahan fasilitas kita berbeda dengan orang2 elit. Sebagai warga biasa kita tak hanya berpikir ketika menimba ilmu, tapi harus juga sambil bekerja, kelelahan antara fisik dan pikiran kadang ingin kita menyerah.
Tapi jangan, karena kita terlahir untuk bisa, terlahir untuk menjadi bagian umat terbaik. Sepanjang sejarah mencatat, tidak mudah semua perjuangan, walau hanya berjuang untuk keluarga. Membangun keluarga adalah langkah awal untuk membangun peradaban. Karena di sanalah curahan kasih sayang terbentuk, pendidikan pertama yang kokoh bagi seorang anak, baik pengajaran agama dan sikap bermasyarakat.
Kelelahan seharian bekerja, belajar, berusaha, dll pun akan berganti kebahagiaan apabila sudah tiba di rumah dan keluarga. Berbeda ketika sendiri, terasa merana. Semoga menjadi pelajaran juga, bahwa keutuhan sebuah keluarga adalah anugerah yang sangat luar biasa dari Allah SWT.
Semoga semuanya dianugerahkan dan dikarunia rezeki baik harta, keluarga, dll yang dapat mengantarkan kebahagiaan, sehingga dari keluarga yang baik dan bahagia dan alim, lahir pemimpin yang baik pula bagi masyarakat. Aamiin.
Semoga segera pada menggapai cita2nya dan memiliki kemampuan dan bisa berkeluarga, ayo semangat kita yang masih single, rugi single itu, banyak enaknya berkeluarga, selain menyempurnakan iman, berlipatnya nilai ibadah, banyak kebahagian2 lainnya yang orang belum pernah berkeluarga ketahui, ya selain juga paket kesulitannya yah, but its oke, hidup tetap banyak warna, tapi insyaAllah dibandingkan sendiri, bersama pasangan itu lebih mudah. Bersatu itu lebih kuat dibandingkan bercerai-berai.
Rabbana hablana min azwajina wa dzurryatina qurrata a'yunin wa aj'alna lil muttaqina imaaman.
Aamiin.
Demikian, semoga bermanfaat,
Wabillahi taufiq wal hidayah wa salamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment