Sumber gambar : Foto Arsip بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين و بعد Kali ini mau hanya bincang2 saja tentang perjalanan hidup sebagai seorang pengajar, ya sedikit coba ke arah perjalanan hidup. Kadang saya berpikir sejak kecil tidak pernah terpikir akan menjadi seperti sekarang, apalagi keadaannya. Dulu pas kecil pikirannya hanya sekelumit lingkunganku, bahkan cita2 juga tidak tinggi. Ayahku seorang pengusaha, dari mulai usaha perdagangan beras, perternakan ayam petelur, dan pedagang telur, sembako, angkutan umum, dan truk pengangkut. Sejak kecil hanya ingin bisa mengendarai mobil, nyopir gitu, main2 sama teman2 ttg usaha angkutan, dan saya jadi bosnya, ha ha ternyata sosok ayah bagi seorang anak itu idola. Kemudiaan ingin punya peternakan ayam yang luas dan besar hingga punya kuda-kuda. Almarhum Kakekku berjanji akan wujudkan belikan kuda dan alhamdulillah terwujud, tapi hanya sewa pas khitanan saya naik kuda ...
Sumber gambar : Foto Arsip
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله
صلاة و السلام علي سيدنا محمد وعلي اله و صحبه و تابعين و بعد
Setiap kita adalah pemimpin, atas apa yang dipimpinnya, baik itu di keluarga, masyarakat, institusi, bahkan mungkin yang lebih besar lagi, dan akan dimintai pertanggung jawaban. Namun, terkadang orang menilai sebab kegagalan itu disebabkan pemimpinnya, padahal banyak faktor.
Yang pertama, adalah faktor pendengaran, sejatinya para pemimpin itu mengetahui segala hal yang berkaitan dengan internal yang dipimpinnya, namun ketidaksabaran dari orang yang dipimpinnya menjadi faktor paling fatal.
Dalam kehidupan, pendengaran merupakan salah satu hal yang penting untuk memahami setiap ucapan. Pendengar yang baik akan mudah memahami pesan dari setiap ucapan, kemudian dia memahaminya, dan akan mengikuti apabila itu merupakan hal yang baik. Apalagi dari pemimpinnya.
Terkadang muncul penyesalan yang mendalam, ketika ketidaktaatan menyebabkan sesuatu hal yang tidak diinginkan. Semua telah diperingatkan, semua telah diperdengarkan, mestinya dipahami, mestinya sabar, ketika dikatakan sabar.
Sami'na wa atho'na..
Inna 'amalu bi niat..
Luruskan niat athi'u Allah wa Rasulihi..
Lillahi ta'ala..
Menjadikan kelebihan kepada diri kita atas karunia pendengaran, dan ketaatan yakni sebagaimana yang kita ketahui.
Hidup tidak lagi semata hidup yang kosong tanpa arti, namun hidup yang berisi sebagai seorang muslimin wal muslimat mu'minin wal mu'minat bahkan lebih lagi, sebagai muslimin wal muslimat mu'minin wal mu'minat yang bertakwa dan memiliki nilai di sisi-Nya.
Semoga kehidupan kita, baik dalam kondisi apapun susah atau senang, merupakan hidup sebagai seorang yang memiliki nilai di sisi-Nya.
Demikian semoga bermanfaat,
Wabillahi taufik wal hidayah wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment