Sumber gambar : Arsip Foto بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين و بعد Pada kali akan share tentang keadaan kondisi dewasa ini, walaupun zaman sudah modern, banyak yang masih percaya khahin atau dukun. Orang-orang seperti itu adalah orang condong pada dunia. Amal perbuatan mereka amal yang sia2, bahkan terjerumus pada perbuatan syirik, lebih mempercayai aliran mistis mereka dibandingkan ajaran agama yang mengajarkan kebaikan, tiada lain sifat mereka lebih condong keduniawian. Maka tidak ada bagiannya di akherat. Membuat fitnah antar manusia, kekacauan, dan seakan lebih takjub dengan apa yang telah mereka perbuat. Padahal keajaiban dari Allah SWT luar biasa, dengan dibuktikan tidak mampunya mereka mengubah dunia, walaupun dunia mereka sendiri, kalau seandainya hebat mereka yang jadi pemimpin dunia. Sebenarnya kalau ingin dunia berdo'a dan apabila ingin akherat berdo'a dan sebaik-baik do'a yang telah diajarka...
Sumber gambar : Foto Arsip
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله
صلاة و السلام علي سيدنا محمد وعلي اله و صحبه و تابعين و بعد
Setiap kita adalah pemimpin, atas apa yang dipimpinnya, baik itu di keluarga, masyarakat, institusi, bahkan mungkin yang lebih besar lagi, dan akan dimintai pertanggung jawaban. Namun, terkadang orang menilai sebab kegagalan itu disebabkan pemimpinnya, padahal banyak faktor.
Yang pertama, adalah faktor pendengaran, sejatinya para pemimpin itu mengetahui segala hal yang berkaitan dengan internal yang dipimpinnya, namun ketidaksabaran dari orang yang dipimpinnya menjadi faktor paling fatal.
Dalam kehidupan, pendengaran merupakan salah satu hal yang penting untuk memahami setiap ucapan. Pendengar yang baik akan mudah memahami pesan dari setiap ucapan, kemudian dia memahaminya, dan akan mengikuti apabila itu merupakan hal yang baik. Apalagi dari pemimpinnya.
Terkadang muncul penyesalan yang mendalam, ketika ketidaktaatan menyebabkan sesuatu hal yang tidak diinginkan. Semua telah diperingatkan, semua telah diperdengarkan, mestinya dipahami, mestinya sabar, ketika dikatakan sabar.
Sami'na wa atho'na..
Inna 'amalu bi niat..
Luruskan niat athi'u Allah wa Rasulihi..
Lillahi ta'ala..
Menjadikan kelebihan kepada diri kita atas karunia pendengaran, dan ketaatan yakni sebagaimana yang kita ketahui.
Hidup tidak lagi semata hidup yang kosong tanpa arti, namun hidup yang berisi sebagai seorang muslimin wal muslimat mu'minin wal mu'minat bahkan lebih lagi, sebagai muslimin wal muslimat mu'minin wal mu'minat yang bertakwa dan memiliki nilai di sisi-Nya.
Semoga kehidupan kita, baik dalam kondisi apapun susah atau senang, merupakan hidup sebagai seorang yang memiliki nilai di sisi-Nya.
Demikian semoga bermanfaat,
Wabillahi taufik wal hidayah wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment