بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله
صلاة و السلام على سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين
Pada kesempatan ini, saya mau share tentang hasil pengamatan ku, mudah2an ada manfaatnya dan kalau ada salah dan keliru maafkan.
UMKM, usaha kecil menengah, atau apa yah kepanjangannya, pokoknya itu, menjadi penopang ekonomi rakyat, ternyata bukan bisnis2 yang kita kenal dengan nama besarnya. Sebagian besar mereka lah yang pejuang banget dalam ekonomi Indonesia.
Selain petani tentunya dan profesi lainnya. Ya merekalah yang menggerakan ekonomi, mereka rela berjuang mandiri, tanpa bergantung kepada siapapun.
Apabila dicermati, ekonomi sebenernya lagi lesu, karena dampak global dan juga inflasi. Banyak pebisnis besar yang tumbang, tapi mereka tetap kokoh. Jualannya sederhana, produk yang dibutuhkan untuk sehari-hari, ya terutama makanan.
Pengalaman ku dulu jadi anak seorang pedagang, uangnya Bapakku lebih banyak dari padaku sekarang yang jadi pegawai. Terlihat oleh orang-orang mungkin mereka sebagai orang biasa2 tapi dompetnya tebal, bahkan kami tidak pernah membeli barang dengan kredit. Luar biasa profesi pedagang, Nabi Muhammad SAW kan dulu profesinya pedagang. Perniagaan yang diridhai dan dihalalkan oleh oleh Allah SWT dan tidak yang berkaitan dengan yang berbau riba, atau produk perbankan konvesional.
Jadi hasil keuntungan tidak harus berbagi bank, malah tidak terdesak. Jadi lebih bertahan dibanding usaha besar.
Tapi cukup banyak disayangkan profesi2 pedagang seperti Ayahku dan Petani seperti Kakekku tidak banyak diminati termasuk olehku dulu. Gengsi dan mau enak ndak kerja keras menjadi alasan anak muda. Hiks. Jadi sedih kenapa keahlian mereka tidak terwarisi oleh ku, tapi masih ada kesempatan untuk belajar dan membuka. Apalagi kalau jadi petani hasil usaha mereka terwarisi oleh beberapa generasi, seperti Almarhum Kakekku masyaAllah hasil taninya masih bisa dirasakan, hubbuka fi qalbi ya Jaddi, Al Fatihah laka ya Jaddi.
Mungkin dengan membuka sekala kecil, bisa menjual makanan sembako (mentah) atau yang sudah masak (makanan jadi) menjadi solutif ekonomi yang sedang membutuhkan tipe bisnis penjualan cepat. Aplikasi bisa menjadi Mitra untuk buka tokonya bisa dibeli oleh orang2 pelanggan aplikasi transportasi atau paket yang menyediakan food.
Modal pun sepertinya cukup murah, bisa mulai dibuka di depan rumah atau sewa tempat di keramaian tapi yang kecil. Etalase pun cukup satu saja yang kecil, alat-alat masak, sama bahan makanan yang cukupkan dlu dengan jumlah porsi sedikit, misal 20 porsi, atau bisa dengan stok di lemari pendingin, apabila ada yg pesan baru digoreng.
Kalau seandainya laku 20 porsi dengan harga 20 ribu saja mungkin 400rb sehari dapat, dibagi dua dengan modal bahan lagi kemudian kebutuhan sewa dan listrik, bisa 200rb sudah 6jt sebulan, melebihi pendapatan pegawai. Kalau dapat nya seratus porsi bahkan lebih, wah pendapatannya sudah sangat banyak. Dan banyak contohnya, sebagaimana teman kecilku di Bandung, mereka usaha makanan wah banget, pas ketemu walau aku sekolahnya tinggi tapi dompetnya kalah haha.
Ayo semangat berdagang, ini termasuk untuk diriku sendiri, selama ini hanya berbisnis teknologi, dan buku, saat ini lagi lesu.
Kami pendidik pun teramanatkan untuk mengajarkan tidak hanya ilmu2 keahlian kita, tapi tentang kewirausahaan kepada anak2, agar tidak hnya mengandalkan melamar pekerjaan ketika lulus. Btw semangat selalu, setiap kesempatan dan kesuksesan terbuka lebar bagi siapa saja yang mau berusaha. Semoga sukses semuanya, semangat be happy.
Demikian, wabillahi taufik wal hidayah, wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment