Gambar : Sumber AI بسم الله الرحمن الرحيم Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Alhamdulillah, sholatu wa salamu 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala Alihi wa Shohbihi wa Tabi'in, Pada kesempatan kali ini saya mau share tentang bermata duanya teknologi, satu sisi positif dan sisi bilah lainnya negatif. Dalam hal positif teknologi telah membantu dalam pencarian data, olah data dll, terutama bagi kami para peneliti, juga dalam kehidupan sosial ekonomi seperti perdagangan, pemetaan, dll. Tapi dalam hal negatifnya pun tidak bisa dihindari, dan sangat banyak. Berhati-hatilah dengan sisi negatif teknologi, tidak sedikit membawa kemudharatan, dan sebagai yang pengguna dan pengamat teknologi banyak yang sangat berbahaya dari hal kecil sampai besar. Dari hal kecil sebagai alat niaga, hati-hati dengan tawaran lend, hal bisa membuat kita susah, kemudian tayangan, kemudian scam, plagiasi, dan kebocoran data, juga dampak keteledoran upload, yang m...
Gambar : Sumber AI
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Alhamdulillah, sholatu wa salamu 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala Alihi wa Shohbihi wa Tabi'in,
Pada kesempatan kali ini saya mau share tentang bermata duanya teknologi, satu sisi positif dan sisi bilah lainnya negatif.
Dalam hal positif teknologi telah membantu dalam pencarian data, olah data dll, terutama bagi kami para peneliti, juga dalam kehidupan sosial ekonomi seperti perdagangan, pemetaan, dll. Tapi dalam hal negatifnya pun tidak bisa dihindari, dan sangat banyak.
Berhati-hatilah dengan sisi negatif teknologi, tidak sedikit membawa kemudharatan, dan sebagai yang pengguna dan pengamat teknologi banyak yang sangat berbahaya dari hal kecil sampai besar.
Dari hal kecil sebagai alat niaga, hati-hati dengan tawaran lend, hal bisa membuat kita susah, kemudian tayangan, kemudian scam, plagiasi, dan kebocoran data, juga dampak keteledoran upload, yang menjadi konsumsi publik. Belum lagi dalam skala besar teknologi menjadi alat monopoli, perang, dll.
Mulailah kita bijak, dan menjaga semuanya, mulai dari tontonan bagi anak dengan mengatur perangkat agar akses internet perangkat anak terbatas, kemudian iklan, dalam blog ini pun sy sulit jg untuk atur agar tidak ada iklan yang tidak baik muncul dari penyedia ads nya. Kemudian hati2 install apk yang belum terverifikasi di store2 aplikasi, dan hindari di luar store aplikasi resmi.
Kemudian jangan sembarang share lokasi di medsos, jangan tampilkan foto anak2 di medsos, jangan posting lokasi sekolah anak, jangan juga kita banyak posting diri kita terutama di medsos yang tidak dikenal dan baru, untuk menghindari pengambilan wajah untuk pembuatan video ai dari oknum pihak tidak bertanggung jawab. Kemudian hati2 juga dengan kenalan asing di medsos, pastikan bukan akun palsu dan akun trafficking, hati2 tawaran pekerjaan di luar negeri, hati2 dengan kemudahan interaksi, jadi lebih menjaga privasi, dan perkuat hubungan keluarga jangan tergoda, jangan melihat tampilan di mesdos, dll. Kita yang lurus-lurus saja.
Saya menyadari bahwa identitas diriku dari jejak apapun aktivitasku di perangkat2 sudah dapat mereka deteksi para penyedia, mudah2an aman, tidak mereka pergunakan hal tidak baik, selain hanya data jejak perilaku kaitan bisnis, seperti di mesin pencari dan medsos yang akan identifikasi kegemaran, kebutuhan produk, dll. Tapi dalam hal privasi lainnya mudah2an mereka jaga. Karena sistemnya sekarang setelah ada AI mereka akan rekam semua perilaku user sesuai input user. Algoritma semakin canggih, jadi jejak digital kita sebenarnya terekam, satu sisi kita jadi sadar bahwa benar bahwa catatan amal kita itu tercatat dengan baik, dan kelak akan kita lihat. Ternyata teknologi pun bisa catat semua.
Kita berharap pemerintah kita dapat mengatasi hal ini, mulai pembatasan akses alamat internet dan aplikasi tidak baik oleh Kemenfo kemudian keamanan lewat Cyber security, dll.
Beruntung banyak para pihak juga yang mengisi media2 dengan hal positif seperti motivasi, artikel, ajaran agama, budaya, berita, e-book pelajaran dll.
Sebagai penggiat literasi saya pun memiliki visi untuk produksi ebook2 ilmu pengetahuan, terjemahan maupun hasil penulisan ilmuan lokal. Untuk terjemahan saya ingin khazanah dari naskah lama agar kembali bisa dibaca baik dari dalam dan luar negeri, maupun buku2 baru dari luar negeri berupa karya sastra, buku2 teori keilmuan, motivasi, dll.
Semoga terwujud, karena faktor utama adalah penguasaan bahasa asingnya dalam hal terjemah.
Semoga kedepan Al-hasanah publising bisa berkolaborasi saja dengan penerjemah profesional ataupun bisa merekrut pegawai, saat ini serba sendiri, maklum incomenya bagi penggiat literasi belum memadai.
Padahal ini penting, menurut sejarah bahwa setiap bangsa yang besar dan maju pasti melewati proses penerjemahan buku2 secara besar-besaran. Tujuannya agar anak bangsa dapat mengakaji setiap ilmu tanpa terkendala bahasa.
Semoga dunia digital dipenuhi juga dengan produk2 positif dan terlebih bacaan-bacaan yang mencerdaskan bangsa.
Demikian, semoga bermanfaat, wabillahi taufik wal hidayah wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh.

Comments
Post a Comment