Sumber Gambar : Foto Arsip بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله وصلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين و بعد Berbicara masa depan tidak ada yang pernah tau pasti seperti apa, tapi kita mendesainnya dari hal kecil, seperti menentukan arah, namun percaya juga dengan jalan Allah SWT yang tak pernah kita ketahui, seperti jalan ketemu dulu jodoh dan lain-lain. Dulu guruku yang dimuliakan Allah SWT pernah berkata kepadaku, kamu sepertinya bagus kalau lanjut terus studimu hingga S3 karena ada potensi untuk itu tapi katanya tak pernah tau siapa tau bekerja dulu, karena saya lihat kamu akan jadi dosen pns dan menikah dulu baru lanjut atau bahkan punya anak, waktu itu pikiranku yang sudah mau masuk S3 dan siap taklukan studi berikutnya seperti berkata, ya benar mungkin kata beliau, diriku merasa merana dengan ini, belajar, kesepian, pikiran penuh pelajaran, wajar diri ini bahagia juga terlintas pada pikiranku. Akhirnya jalan Allah SWT memberikanku pekerj...
Sumber Gambar : Foto Arsip
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله
وصلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين
و بعد
Berbicara masa depan tidak ada yang pernah tau pasti seperti apa, tapi kita mendesainnya dari hal kecil, seperti menentukan arah, namun percaya juga dengan jalan Allah SWT yang tak pernah kita ketahui, seperti jalan ketemu dulu jodoh dan lain-lain.
Dulu guruku yang dimuliakan Allah SWT pernah berkata kepadaku, kamu sepertinya bagus kalau lanjut terus studimu hingga S3 karena ada potensi untuk itu tapi katanya tak pernah tau siapa tau bekerja dulu, karena saya lihat kamu akan jadi dosen pns dan menikah dulu baru lanjut atau bahkan punya anak, waktu itu pikiranku yang sudah mau masuk S3 dan siap taklukan studi berikutnya seperti berkata, ya benar mungkin kata beliau, diriku merasa merana dengan ini, belajar, kesepian, pikiran penuh pelajaran, wajar diri ini bahagia juga terlintas pada pikiranku.
Akhirnya jalan Allah SWT memberikanku pekerjaan terlebih dahulu. Staffnya dosen ku tersebut tadi berikan link pendaftaran dosen negeri. Akhirnya alhamdulillah lulus Dan menikah, punya anak, dll, bahagia alhamdulillah, hingga lanjut studi lagi, walau gagal dalam rumah tangga, tapi bukan keinginanku tuk tinggalkan, tapi kita tak pernah tau jalan Allah SWT.
Sekarang melihat lagi masa depan, tapi saat ini masih bingung. Kenapa begini. Semakin kuat. Hingga teman sejawat bilang aku kurusan padahal dulu gemuk, mereka tanya sebabnya, apakah karena perpisahan, saya bilang ya jelas itu, harus terpisah dengan anak2 berat bagiku.
Saya bilang juga saya harus beresin juga permasalahan pasca itu krn berdampak banyak sisi kehidupan sulit dipecahkan , karena tidak adanya komunikasi setelah resmi keluar surat berpisah, sulit diselesaikan kecuali ada kedewasaan berdialog, padahal hanya untuk urus permasalahan yang belum selesai dan urusan anak-anak, tidak lebih.
Tapi sebenernya ada hal lain, dan saya antara khauf dan roja kemudian hubb tentang itu, terus begitu, karena pas melanggkah beralih lagi kondisinya, begitu terus, saya melangkah tapi menjauh, saya diam mendekat, hingga saya kurus, terasa menyiksa khauf dan roja itu. Tapi sekarang saya pilih saya hubb saja ya Allah, menerima keputusan Engkau dan Engkaulah Yang Maha Penyayang, saya happy, sudah begitu, yang penting, sehat bisa bekerja, tidak banyak angan, kalau Engkau perkenankan ya Allah I'am ready so I can do the action, jika tidak gpp.
Saya bukan tipe ambisius dalam hal apapun, apalagi terkait bidang, bahkan prestasi akademik ku tidak bagus-bagus amat, dan semua dosen dan teman2 kuliahku tau, tapi saya bisa dapat jadi profesional di bidang ini, karena saya kerjanya istiqomah, nikmati dan berusaha yakin akan hasilnya didapat, tidak kesana-kemari. Terlepas sy mau dapat atau tidak dapat atau berhasil tidaknya, dan tak peduli bersaing dengan siapapun, kalau memang ini takdirku maka aku yang dapat, kalau bukan apa boleh dikata selain ikhlas.
Ternyata penting memang kita profesional, belajar, hingga jadi ahli, atau bahkan jadi Profesor, tapi kalau tidak bahagia tidak bagus juga. Terkadang penting untuk jujur pada diri bukan hanya pada orang lain, bahagia kita sebelum bahagia yang diimpikan adalah utama.
Allahumma atabarau min hauli wa quuwati wa altajiu ila haulik wa quwatik.
InsyaAllah kita menjadi hamba-Nya yang beralih dari mengandalkan kemampuan diri, menjadi hamba-Nya yang sangat mengandalkan Kemampuan Allah SWT.
Tenang, dan damai semua permasalahan akan selesai.
Semua cita2 InsyaAllah dapat diraih aamiin.
Be happy
Wabillahi taufik wal hidayah
Wa salamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuhu.

Comments
Post a Comment