Sumber gambar : Foto Arsip بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين و بعد Kali ini mau hanya bincang2 saja tentang perjalanan hidup sebagai seorang pengajar, ya sedikit coba ke arah perjalanan hidup. Kadang saya berpikir sejak kecil tidak pernah terpikir akan menjadi seperti sekarang, apalagi keadaannya. Dulu pas kecil pikirannya hanya sekelumit lingkunganku, bahkan cita2 juga tidak tinggi. Ayahku seorang pengusaha, dari mulai usaha perdagangan beras, perternakan ayam petelur, dan pedagang telur, sembako, angkutan umum, dan truk pengangkut. Sejak kecil hanya ingin bisa mengendarai mobil, nyopir gitu, main2 sama teman2 ttg usaha angkutan, dan saya jadi bosnya, ha ha ternyata sosok ayah bagi seorang anak itu idola. Kemudiaan ingin punya peternakan ayam yang luas dan besar hingga punya kuda-kuda. Almarhum Kakekku berjanji akan wujudkan belikan kuda dan alhamdulillah terwujud, tapi hanya sewa pas khitanan saya naik kuda ...
Sumber foto: Arsip Pribadi
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Junjunan Alam Nabi Muhammad juga kepada Keluarganya, Para Sahabatnya, dan Para Pengikutnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan kali ini saya mau share tentang keutamaan sikap menerima. Ya menerima keadaan, walaupun mungkin kurang disenangi maupun tidak disukai. Sebagai manusia yang lemah tentunya kita tak ada kuasa sedikit pun menolak suatu keadaan yang tidak dikehendaki dan menjadi takdir kita, karena tak bisa kita kembali, maka menerima sudah menjadi keharusan, agar ringan hidup kita, tak mudah, ya pasti, tapi ketahuilah tidak menerima menambah beban, jadi percaya saja kepada Allah SWT bahwa ada ganti yang lebih baik. Sulit, ya pasti, tapi pasti bisa, karena kita hanya cukup untuk menjalani kembali perjalanan yang telah Allah swt siapkan.
Yang pasti kita tetap bertanggung jawab atas kewajiban kita, dan berusaha untuk lebih baik lagi, menjadikan pelajaran untuk tidak mudah lagi terjatuh pada keadaan yang tidak disukai kembali, berusaha lebih baik, enjoy, dan be happy, InsyaAllah akan ada jalan.
Tak ada gunanya penyesalan, apalagi marah, karena andai kita tau semua makhluk itu lemah, yang lain jg ada kelemahannya, ada kekurangannya, ada keterbatasannya, sama dengan kita, ya kita jadi lebih bijak saja, bahwa kasian orang lain pun sama seperti halnya kita, lagi menjalani hidup yang tak mudah ini, penuhi dada dengan kasih sayang, bukan benci, penuhi syukur, kurangi mengeluh dan mencaci, ketahuilah bahwa Allah SWT lah yang mampu, bukan kita bukan orang2, jadi sudahlah Terima saja, btw Gusdur pernah mengatakan kata2 yang terkenal "gitu aja kok repot! ". Klo orang Sultra bilang " Dunia ji ini! ", klo orang Sunda bilang " Tong serius teuing atuh! ", santai saja lah.
Kehidupan terlalu serius kebanyakan banyak menjebak orang pada hubb dunya, berat dunia, kurang perhatian, kurang peka, kurang belas kasih pada sesama. Tak perlu terlihat benar, yang penting memang benar adanya, tanggung jawab, baik, dan bahagia, walaupun mungkin lagi kena musibah, dll. Jadi menerima, menerima..
Oke itu yang mau sy share saat ini, keep spirit, be calm and be happy.
W assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment