Gambar : Tulisan Arab-Bahasa Melayu بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و بعد Pernah kita berpikir bahwa kenapa hidup kita seperti ini dan arahnya mulai kelihatan sesungguhnya kemana, padahal selama ini hal2 besar istimewa yang kita didambakan?!. Apabila begitu sesungguhnya kita sedang didekatkan kepada takdir kita yang sesungguhnya, yang selamat, bahagia, tenang, aman, sejuk, dan penuh keberkahan dengan kehendak dan ridha-Nya. Dari pada yang susah bukan untuk kita takdirnya dan tidak sesuai dengan kehendak dan ridha-Nya. Apalagi menimbulkan rasa tidak senang di hati, berkurangnya rasa syukur, dan penyalahan takdir atau penyesalan. Berusaha sudah, berdo'a sudah, saatnya bertawakal, dan berbahagia, juga menerima takdir, karena kita akan masuk pada jalan kehidupan kita sebenarnya, penuh keberkahan, bahagia mulai dari hal kecil, punya rezeki baik dari bekerja dll, mulai untuk makan minum, menikah, memiliki keturunan, ...
Sumber foto: Arsip Pribadi
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Junjunan Alam Nabi Muhammad juga kepada Keluarganya, Para Sahabatnya, dan Para Pengikutnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan kali ini saya mau share tentang keutamaan sikap menerima. Ya menerima keadaan, walaupun mungkin kurang disenangi maupun tidak disukai. Sebagai manusia yang lemah tentunya kita tak ada kuasa sedikit pun menolak suatu keadaan yang tidak dikehendaki dan menjadi takdir kita, karena tak bisa kita kembali, maka menerima sudah menjadi keharusan, agar ringan hidup kita, tak mudah, ya pasti, tapi ketahuilah tidak menerima menambah beban, jadi percaya saja kepada Allah SWT bahwa ada ganti yang lebih baik. Sulit, ya pasti, tapi pasti bisa, karena kita hanya cukup untuk menjalani kembali perjalanan yang telah Allah swt siapkan.
Yang pasti kita tetap bertanggung jawab atas kewajiban kita, dan berusaha untuk lebih baik lagi, menjadikan pelajaran untuk tidak mudah lagi terjatuh pada keadaan yang tidak disukai kembali, berusaha lebih baik, enjoy, dan be happy, InsyaAllah akan ada jalan.
Tak ada gunanya penyesalan, apalagi marah, karena andai kita tau semua makhluk itu lemah, yang lain jg ada kelemahannya, ada kekurangannya, ada keterbatasannya, sama dengan kita, ya kita jadi lebih bijak saja, bahwa kasian orang lain pun sama seperti halnya kita, lagi menjalani hidup yang tak mudah ini, penuhi dada dengan kasih sayang, bukan benci, penuhi syukur, kurangi mengeluh dan mencaci, ketahuilah bahwa Allah SWT lah yang mampu, bukan kita bukan orang2, jadi sudahlah Terima saja, btw Gusdur pernah mengatakan kata2 yang terkenal "gitu aja kok repot! ". Klo orang Sultra bilang " Dunia ji ini! ", klo orang Sunda bilang " Tong serius teuing atuh! ", santai saja lah.
Kehidupan terlalu serius kebanyakan banyak menjebak orang pada hubb dunya, berat dunia, kurang perhatian, kurang peka, kurang belas kasih pada sesama. Tak perlu terlihat benar, yang penting memang benar adanya, tanggung jawab, baik, dan bahagia, walaupun mungkin lagi kena musibah, dll. Jadi menerima, menerima..
Oke itu yang mau sy share saat ini, keep spirit, be calm and be happy.
W assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment