Sumber gambar : Arsip Foto بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي و اله و صحبه و تابعين و بعد Kesempatan kali, masih sama tulisan2 pengetahuan singkat saja dari pengalaman, bukan hasil kajian ilmiah dengan sumber referensi yang akurat. Tentang kebahagiaan atas keselamatan atau syukuran atas nikmat-Nya", kalau tidak salah uraian para orang tua tentang ini adalah acara bentuk " Kebahagiaan" Dan rasa Syukur kepada Allah SWT atas sesuatu, misal bisa selamat dalam artian bahasanya yakni "sampai" dengan "aman" . Karena bagi mereka kita sudah selamat saja dalam hidup sudah sangat disyukuri, apalagi mencapai sesuatu berarti sangat syukur sekali, dan itu pantas untuk dihaturkan kepada Sang Pencipta, dengan memberikan jamuan kepada sanak kerabat, orang2 sekitar, dan lainnya. Bahagia dari hal kecil ke hal besar. Semoga dapat contoh teladan mereka walau mungkin pengetahuan pengambilan bahasa yang padan untuk ungkap tradisi mereka...
Sumber gambar : Arsip Foto
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله
صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي و اله و صحبه و تابعين و بعد
Kesempatan kali, masih sama tulisan2 pengetahuan singkat saja dari pengalaman, bukan hasil kajian ilmiah dengan sumber referensi yang akurat.
Tentang kebahagiaan atas keselamatan atau syukuran atas nikmat-Nya", kalau tidak salah uraian para orang tua tentang ini adalah acara bentuk " Kebahagiaan" Dan rasa Syukur kepada Allah SWT atas sesuatu, misal bisa selamat dalam artian bahasanya yakni "sampai" dengan "aman" . Karena bagi mereka kita sudah selamat saja dalam hidup sudah sangat disyukuri, apalagi mencapai sesuatu berarti sangat syukur sekali, dan itu pantas untuk dihaturkan kepada Sang Pencipta, dengan memberikan jamuan kepada sanak kerabat, orang2 sekitar, dan lainnya.
Bahagia dari hal kecil ke hal besar. Semoga dapat contoh teladan mereka walau mungkin pengetahuan pengambilan bahasa yang padan untuk ungkap tradisi mereka itu apa? dulu dalam kajian Islam kami masih sederhana, masih belajar dasar pelaksanaan, transisi perubahan sosial budaya dari Hindhu-Budha, tidak seperti sekarang yang sudah pesat kajian Islamnya.
Makanya sekarang ada yang pakai tasyakuran, walimah, dll.
Btw, teladannya cukup indah, tapi kadang kami tidak banyak ketahui lebih jauh, padahal benar kata mereka tentang tepo salira, melihat diri, napak bumi (tidak lupa daratan) selamat (selamet sing penting), jaga hati, jangan ngarawu kusiku (tidak ambil resiko besar) sederhana, dll, memang benar itu yang bikin kita "sakan" berhenti atau "tenang" "Selamet" Dan insyaAllah bahagia.
Demikian, tulisan kemana2 ini, but hope bermanfaat and make be happy..
Mohon, maaf bila ada salah kurang, tidak berkenan dan lainnya, karena saya akui banyak kurangnya, belum paripurna pembacaanku tentang khasanah dalam naskah kuno warisan leluhur yang MasyaAllah "adem" Hidupnya". Tidak grasak grusuk seperti diriku contohnya, klo lg ada maunya, atau ada masalah, padahal cukup berdo'a dan "sakan" Berhenti maka "damai" astaghfirullah, ya Allah SWT berikan kami taufik dan hidayah-Mu Rabb.
Wabillahi taufik wal hidayah wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment