Sumber : Foto Arsip بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين و بعد Pada karya sastra Indonesia kerinduan sering dibaratkan sesuatu yang "berat", dalam karya sastra Arab digambarkan sebuah "kegilaan". Kerinduan gambaran kasih sayang yang dimiliki seseorang pada yang ia kasihi. Realitasnya kerinduan adalah bentuk kasih sayang yang dalam dengan cinta yang setia. Cinta sejati yang layak bagi mereka yang tak pernah tinggalkan Allah. Sebagaimana Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata: " Jangan pilih orang yang meninggalkan Allah SWT, karena jangankan engkau, Allah saja dia tinggalkan". Tapi cinta yang seperti Ulama rahimahullah katakan cinta yang menjadikan engkau yakin dengannya ke surga. Pernah mendengar seorang Ulama mengatakan perkataan (kemungkinan dari sahabat r.a) : "bersedekahlah ketika engkau merasakan hal itu, tapi apabila tidak juga hilang, berarti akan kesampaian keinginanmu (bertemu/mem...
Sumber : Foto Arsip
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله
صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و تابعين و بعد
Pada karya sastra Indonesia kerinduan sering dibaratkan sesuatu yang "berat", dalam karya sastra Arab digambarkan sebuah "kegilaan".
Kerinduan gambaran kasih sayang yang dimiliki seseorang pada yang ia kasihi. Realitasnya kerinduan adalah bentuk kasih sayang yang dalam dengan cinta yang setia.
Cinta sejati yang layak bagi mereka yang tak pernah tinggalkan Allah. Sebagaimana Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata: " Jangan pilih orang yang meninggalkan Allah SWT, karena jangankan engkau, Allah saja dia tinggalkan".
Tapi cinta yang seperti Ulama rahimahullah katakan cinta yang menjadikan engkau yakin dengannya ke surga.
Pernah mendengar seorang Ulama mengatakan perkataan (kemungkinan dari sahabat r.a) : "bersedekahlah ketika engkau merasakan hal itu, tapi apabila tidak juga hilang, berarti akan kesampaian keinginanmu (bertemu/memiliki/dekat/cinta sejati/bagian dirimu) " Wallahu'alam, Mohon koreksi apabila keliru.
Semua orang berharap tidak ingin jauh dengan yang ia kasihi, namun apabila harus terjadi, karena realitas yang ada, bersabar terlebih dahulu, akan lebih baik dan belajar untuk merindukan juga Nabi Muhammad SAW yang merindukan kita juga, bahkan disebut2 di depan para sahabat Radiyallahu 'anhum. Sambil berusaha.
Semoga kita selalu didekatkan dengan orang-orang yang kita kasihi, agar jiwa dan raga kita tidak merana, dan bisa bahagia.
Terdapat nasehat lain Ulama, beristighfarlah ketika engkau mencintai seseorang.
Hal tersebut kemungkinan akan meringankan kondisi perasaan, dan membuat pikiran tetap bisa rasional untuk tetap beraktifitas atau bekerja.
Karena realitasnya cinta tak bisa buta, tapi buka mata, di depan tantangan tentang kebutuhannya harus terpenuhi dll. Sehingga cinta yang bertanggung jawab pada pasangan mulai dari awal dengan ikatan suci, kemudian menafkahi, dan menjaga. Bagi anak tetap menafkahi apapun kondisinya, bagi orang tua tak akan pernah lupa dan luput selalu memberi dan merawatnya.
Karena cinta tak hanya berbicara terhadap pasangan hidup, tapi juga anak-anak, ya anak2 merupakan buah hati, bagaimana perasaan orang tua akan merasakan apa yang anaknya rasakan, kedekatan emosional berbentuk cinta kasih sayang tiada tara juga.
Cinta seorang anak kepada orang tuanya, kasih sayang yang tak akan pernah lepas juga bagi mereka yang tulus membesarkan kita.
Kami mendekat kepada Engkau Wahai Rabb, kami mendekat kepada Kekasih Engkau Wahai Rabb, kami memohon Keridhaan Orang Tua kami Wahai Rabb, maka berikanlah kepada kami kebahagiaan Wahai Rabb seluruh alam.
Keep spirit, be happy.
Wabillahi taufik wal hidayah wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment