Sumber gambar : Arsip Foto الحمدلله صلاة و السلام على سيدنا محمد و على اله و صحبه و تابعين و بعد Pernahkah kita merasa bahwa diri kita ini perlu diisi oleh ilmu, saat hati dan pikiran mengarah akan pentingnya mengisi diri dengan sesuatu yang membuat kita lebih berarti, kemudian kita mengajarkannya bagi anak-anak kita atau murid-murid kita, yang sangat membutuhkannya untuk kelak kehidupannya, berarti kita sama-sama tau bahwa jangan lepas generasi kita ke depan dengan keadaan seadanya, tapi berikan mereka pelajaran yang sangat berharga untuk bekalnya, kuatkan mereka berikan kasih sayang dengan menjadikan mereka seseorang yang kuat imannya, luas ilmu, baik akhlaknya, dan berarti, generasi tangguh, dan penuh kasih sayang kepada sesama. Jangan kita biarkan mereka begitu saja, tapi bekali, dan kuatkan. Perlu dibangun generasi yang tangguh, visinya jelas dan ilmu dan kemampuannya mumpuni untuk hadapi tantangan zaman. Generasi yang cinta membaca, tenang, toleran, penuh ...
Sumber gambar : Arsip Pribadi
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Alhamdulillah sholatu wa salamu 'ala Al-Musthafa wa 'alaa Alihi wa Shohbihi wa salim,
Pada kesempatan kali ini saya mau share tentang "Keluasan Kemuliaan Allah SWT".
Ya tentang itu, mau dishare karena penting untuk kita sadari, bahwa ternyata kita bisa mulia, dll itu karena Allah SWT, bukan karena kitanya. Kebaikan, keshalehan, keutamaan, dll, bukan karena ibadah kita, bukan karena kita, tapi karena Allah swt. Coba saja klo bukan karenanya kita sudah menjadi apa, maka sebaik-baiknya perasaan kita perlu rasakan bahwa semua karena Allah swt, tak ada karena kita, mau sehebat apa, sekaya apa, seganteng apa, secantik apa, sekuat apa, ketika Allah swt tidak menghendaki, tidak mungkin.
Maka kita perlu sadari Allah Maha Mulia, bukan kita makhluknya.
Pada naskah yang saya pelajari penting bagi seorang hamba mengetahui dirinya lemah, yang kuat itu Allah SWT.
Maka ketika ada seseorang berdo'a dengan bil Musthafa baligh maqasidana, bentuk dari bahwa kesadaran siapa diri ini, rasanya tak pantas, barangkali dengan nama Kekasihnya Allah swt yakni Nabi Muhammad SAW (Musthafa) tercapai cita dan harapan kita, sehingga tergapai kehidupan yang mulia, sebagaimana diajarkan guru-guru kita dari Imam Al-Bushiri.
Karena berharap pada makhluk itu lemah, tapi berharap pada Allah swt itu Kuat. Makhluk terkadang pikirannya tidak sama dengan kita, ada terbatas, baik pemahaman, dll. Mari tersenyum bahwa kita semua lemah, beda2, dan butuh kepada Allah swt. Dari pada butuh ke makhluk, capek harus menjelaskan lebih kepada makhluk karena belum tentu mau, paham, beda adat, beda budaya, bahasa, negara, wilayah, kebiasaan, dll. Maka tersenyumlah, Allah SWT mengetahui itu. Ya Rabb kami mohon kepada Engkau dengan nama Kekasih-Mu Al Musthafa sampaikanlah kami pada maksud kami (keinginan kami, cita2 dll), dan ampunilah kami wahai Dzat Yang Maha Luas Kemuliaannya. Aamiin.
Demikian, semoga bermanfaat, wabillahi taufik wal hidayah wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment