Sumber gambar : Arsip Pribadi بسم الله الرحمن الرحيم Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Alhamdulillah sholatu wa salamu 'ala Al-Musthafa wa 'alaa Alihi wa Shohbihi wa salim, Pada kesempatan kali ini saya mau share tentang "Keluasan Kemuliaan Allah SWT". Ya tentang itu, mau dishare karena penting untuk kita sadari, bahwa ternyata kita bisa mulia, dll itu karena Allah SWT, bukan karena kitanya. Kebaikan, keshalehan, keutamaan, dll, bukan karena ibadah kita, bukan karena kita, tapi karena Allah swt. Coba saja klo bukan karenanya kita sudah menjadi apa, maka sebaik-baiknya perasaan kita perlu rasakan bahwa semua karena Allah swt, tak ada karena kita, mau sehebat apa, sekaya apa, seganteng apa, secantik apa, sekuat apa, ketika Allah swt tidak menghendaki, tidak mungkin. Maka kita perlu sadari Allah Maha Mulia, bukan kita makhluknya. Pada naskah yang saya pelajari penting bagi seorang ham...
Sumber gambar : Arsip Pribadi
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Alhamdulillah sholatu wa salamu 'ala Al-Musthafa wa 'alaa Alihi wa Shohbihi wa salim,
Pada kesempatan kali ini saya mau share tentang "Keluasan Kemuliaan Allah SWT".
Ya tentang itu, mau dishare karena penting untuk kita sadari, bahwa ternyata kita bisa mulia, dll itu karena Allah SWT, bukan karena kitanya. Kebaikan, keshalehan, keutamaan, dll, bukan karena ibadah kita, bukan karena kita, tapi karena Allah swt. Coba saja klo bukan karenanya kita sudah menjadi apa, maka sebaik-baiknya perasaan kita perlu rasakan bahwa semua karena Allah swt, tak ada karena kita, mau sehebat apa, sekaya apa, seganteng apa, secantik apa, sekuat apa, ketika Allah swt tidak menghendaki, tidak mungkin.
Maka kita perlu sadari Allah Maha Mulia, bukan kita makhluknya.
Pada naskah yang saya pelajari penting bagi seorang hamba mengetahui dirinya lemah, yang kuat itu Allah SWT.
Maka ketika ada seseorang berdo'a dengan bil Musthafa baligh maqasidana, bentuk dari bahwa kesadaran siapa diri ini, rasanya tak pantas, barangkali dengan nama Kekasihnya Allah swt yakni Nabi Muhammad SAW (Musthafa) tercapai cita dan harapan kita, sehingga tergapai kehidupan yang mulia, sebagaimana diajarkan guru-guru kita dari Imam Al-Bushiri.
Karena berharap pada makhluk itu lemah, tapi berharap pada Allah swt itu Kuat. Makhluk terkadang pikirannya tidak sama dengan kita, ada terbatas, baik pemahaman, dll. Mari tersenyum bahwa kita semua lemah, beda2, dan butuh kepada Allah swt. Dari pada butuh ke makhluk, capek harus menjelaskan lebih kepada makhluk karena belum tentu mau, paham, beda adat, beda budaya, bahasa, negara, wilayah, kebiasaan, dll. Maka tersenyumlah, Allah SWT mengetahui itu. Ya Rabb kami mohon kepada Engkau dengan nama Kekasih-Mu Al Musthafa sampaikanlah kami pada maksud kami (keinginan kami, cita2 dll), dan ampunilah kami wahai Dzat Yang Maha Luas Kemuliaannya. Aamiin.
Demikian, semoga bermanfaat, wabillahi taufik wal hidayah wa salamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment