بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Alhamdulillah, sholatu wa salam 'alaa Nabi wa 'alaa Alihi wa Shohbihi wa Tabi'in,
Sekarang saya mau share tentang definisi orang kuat, tapi definisinya yang sederhana saja tidak layaknya artian biasa, dia adalah orang yang sabar paling atas yakni sabar akan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sedikit dia turun ke arah sabar di bawahnya dia tidak akan mau karena dia tau ketaatan itu kunci utama agar dia bisa kuat, kuat agar bisa diandalkan orang lain. Dia harus bantu orang-orang yang menjadi tanggungannya, dan orang lain, dia rela tinggalkan kesukaannya agar tetap bisa pada koridor do'anya didengar oleh Allah SWT , dia rela dirinya berbeda.
Asal tetap Allah SWT berkenan memberikan pertolongan-Nya kepada kita semua, dia rela tinggalkan yang disukai orang-orang demi aman sesegalanya.
Pada zaman dahulu masa2 Kesultanan di Negara kita, mereka disebut Pakubumi, Pakuabuana, Mangkubumi yaitu menjadi pengokoh, pasak, layaknya gunung menjadi pasak bumi agar tetap kokoh. Biasanya dahulu yang menjadj paku bumi yaitu para pemimpin, ulama, dll. Mudah2an pemimpin sekarang masih banyak yang begitu, bukan para pemimpin yang tak bisa patuh sama Tuhannya.
Jadilah orang kuat, yang do'a Anda sangat didengar oleh Allah SWT, dan dicintai Nabi, dan jadilah pemimpin dan bisa bermanfaat untuk orang lain, walau tidak terlihat luar biasa dimata orang lain, tapi dirimu sangat menyayangi sesama, berusaha sebaik mungkin jadi orang yang ada pada suatu tempat bersama-sama ahli dzikir. Semoga dengan do'amu Allah SWT berikan selalu perlindungan, kasih sayang, dan karunia-Nya selalu kepada kita semua. Maka do'a yang paling disenangi adalah do'a yang mendo'akan juga orang-orang muslim muslimat, mu'minin mu'minat, al ahya wal amwaat, semuanya, tidak hanya mendo'akan diri sendiri dan hanya semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT, dan disenangi Nabi Muhammad SAW.
Merasa khawatir apabila Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW tidak ridha, seperti dulu Para Sahabat, tak merasa paling apa dari yang lain, Sayyidina Khalid bin Walid r. a pun Sang Jenderal menerima ketika harus berada di bawah, dia rela, karena beliau tau maksud Sayyiidina Umar r.a demi kemaslahatan umat yang sedang gandrung bahwa kemenangan waktu itu karena kehebatan Khalid bin Walid, padahal karena Allah SWT, jadi semua pujian bukan untuk makhluk tapi untuk Khalik. Dewasa ini pun banyak yang tawadhu dari para atlet internasional ketika diberikan kemenangan mereka menunjuk ke atas dan bilang no no ini bukan karena saya tapi karena Allah SWT.
Jadi tetap semangat menjaga diri, agar Allah SWT selalu menjaga kita dan semuanya, dan memberikan kemenangan (kesuksesan dunia-akherat).
Sekian semoga bermanfaat.
Wasalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment