gambar :arsip
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad serta kepada Keluarganya dan Para Sahabatnya juga Para Pengikutnya hingga kita.
Pada kesempatan ini saya mau share tentang berpikir moderat, seorang ilmuwan itu terkadang mengetahui tentang prospek kehidupan masa depan, namun orang-orang tidak memahaminya, dan kurang bersabar atas apa yang ia rintis.
Kebanyakan orang berpikirnya pragmatis saja, walaupun bagus karena flow dengan keadaan sekarang namun perlu dicermati apakah kehidupan pilihan praktis tanpa ada skema yang baik akan sampai mana kebertahanannya, jadi salah satu hal berpikir maju itu adalah dengan melihat juga sisi proses yang memiliki hasil keberlanjutan, kemudian dicapai dengan jangka waktu, ketika terhitung berapa bulan yang diproyeksikan, berarti sampainya dalam tentang waktu itu, namun terkadang ada yang ingin instant. Apalagi tidak memahami keadaan. Apalagi terdapat kemarahan dan kesalahpahaman, planning akan gagal. Belum lagi ada membutuhkan dan minta tolong pada kita, kita tak bisa menolak juga ketika berurusan dengan keadaan darurat keselamatan mereka, apalagi kaitan keluarga, kita terganggu juga, tapi yakin Allah SWT akan mengganti atas apa yang kita nafkahkan untuk kebaikan. Dan saat ini banyak orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan, karena kondisi ekonomi lagi inflasi, hampir rata di banyak negara, rakyat tidak banyak mengetahui kalau nilai mata uang mereka sudah menyusut banyak hampir dengan angka persen yang buanyak sekali menurut perkiraanku, tapi seolah tertutupi dari umum, banyak negara juga memiliki jatuh tempo utang yang mencekik, makanya banyak yang rasa berat. Kita yang bekerja bidang ilmu dilema kita tau faktanya tapi daya kita kecil karena penghasilan kita juga minim, tidak ada daya, selain berusaha membuat peluang lain. Tapi perlu perhatikan kondisi dan kebertahanan keadaan pribadi , manaje agar kebertahanan diri kita tetap terjaga.
Berpikir maju, hidup itu di plan kemudian di desain dengan melihat keadaan dan budgeting apabila terkait dana. Misal bagi pebisnis dia tau berapa keuangan yang mesti dikeluarkan untuk membangun sebuah usaha, dia akan manaje dengan benar berapa alokasi bangunan tempat, permodalan alat, dan isi produk, namun orang yang tidak memahami akan mengeluarkan di salah satunya besar, padahal harus mencukupi semuanya, kemudian terdapat cash flow atau juga dana cadangan. Nyawanya harus banyak.
Kita tidak bisa menyalahkan siapa2 ketika harus terjatuh ketika plan kita berubah karena kita sendiri yang terpengaruh sistem manajerial orang lain, kedepan harus tegas.
Orang maju juga tidak merasa harus berhenti di situ, banyak belajar, dan berlanjut ke plan lainnya kemudian memperbaiki keadaan, bukan menyerah. Tapi bersyukur dengan yang ada untuk memulai kembali. Namun kebanyakan orang quit, atau keluar, atau menyerah. Padahal sudah di depan mata kesuksesan.
Orang moderat juga bersifat terbuka dan optimistis karena peluang kedepan sudah terlihat kembali dengan potensi yang ada, namun tidak mudah karena orang-orang sudah mulai banyak yang menyangsikan. Padahal ketika komunikasi baik keadaan bisa berbalik dengan keadaan lebih baik dan sukses dari keadaan jatuh bahkan keadaan sebelumnya. Terkadang Allah SWT berikan dulu ujian untuk mencapai tingkatan yang lebih atas, dengan hikmah ada yang diberi jalan membersihkan dulu hartanya ketika ada tercampur unsur haram misal pinjaman dll. Sehingga lebih berkah, halal, dan memperbaiki tujuan hidup, dll.
Jadi orang moderat tidak kaku atau jumud, belajar terus, dan tidak tertutup tapi mengikuti perkembangan, memperbaiki kesalahan, tidak menyalahkan orang, terbuka kritik, dan melangkah dengan pasti. Terkadang di luar dirinya orang belum melihat perubahan atas usahanya, padahal dalam rentang skema waktu yang ia bilangkan insyaAllah akan terlihat, karena siapa yang memahami keadaan pada diri seseorang selain dirinya, dan merasa tidak perlu juga harus mengumumkan kepada orang lain.
Intinya berpikir moderat erat dengan keterbukaan, mau belajar, tidak tertutup, dan memiliki kemampuan manajerial yang baik dalam hidup, jangan urakan, masa bodoan,ugal-ugalan, palagi marahan, bad mood, prasangka tidak baik terus, tidak peduli masa depan, harus tidak egois intinya, lihat lah orang lain kebaikannya, usahanya, kerja kerasnya, perjuangannya untuk kita,dll.
Jadi tetap semangat, semoga semua dapat mencapai apa yang diharapkannya, plan, do, dan do'a, tawakal. Jadi pada harus bisa bersabar yah, pada bulan depan mungkin anda-anda sudah melihat hasil-hasil usaha anda berbuah, bagi yang belum berbuat usaha untuk di dapat bulan depannya, lagi ayo mulai bekerja atau berusaha, InsyaAllah pada mendapatkan hasil bagiannya, begitu, step by step dalam hidup, hasil tidak akan mengkhianati usaha kita. Tetap semangat be happy, penuh sayang, cinta kasih, dan percaya diri, ayo maju.
Demikian,
Semoga bermanfaat, wabillahi taufik wal hidayah, wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh.

Comments
Post a Comment