Bismillahirrahmanirrahim,
dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah swt yang telah mencurahkan kasih sayangnya kepada hamba-hamba-Nya, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad saw, kepada Keluarganya dan Para Sahabatnya, kepada Para Tabi'in dan kita semua sebagai umatnya, aamiin.
Pada kesempatan kali ini pun saya ingin berbagi pengalaman juga jadi tidak berdasarkan penjelasan ilmiah, dan dalil yang ada, hanya sebatas pengalaman yang pernah dialami dan dirasakan, semoga dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan kepada yang lain, aamiin.
Ikhlas, yang kali ini kita akan berbicara ikhlas, sebagaimana kita tau bahwa dalam kehidupan ini tidak bisa kita hindari suatu keadaan apakah itu situasi bahagia maupun sebaliknya sedih atau susah. Ternyata dibalik semua itu ada hikmahnya. Pernah suatu waktu penulis merasa sedang dalam keadaan sedih dan susah pada suatu keadaan, hingga apapun sudah dilakukan, baik usaha dan berdo'a sesuai syariat sudah dilakukan, tapi keadaan tersebut tidak kunjung berubah, hingga akhirnya terbersit dalam pikiran bahwa ya sudah aku ikhlas saja, aku beraktifitas saja seperti biasa sehingga mudah2an lupa akan masalah tersebut, dan MasyaAllah saat kita benar-benar lupa dan beraktifitas tanpa lagi pikirkan, kemudian tiba waktu istirahat, keistimewaannya sikap kita itu justru hadir, tak disangka pertolongan Allah swt hadir, Alhamdulillah.
Itulah yang saya mau share mengenai keistimewaan sikap ikhlas kita menerima suatu keadaan yang tidak menyenangkan dengan tetap beraktivitas seperti biasa disamping usaha dan do'a yang telah dilakukan, dan hanya bertawakal kepada-Nya, semoga dapat ditarik menfaat dari pengalaman ini.
Mungkin saja kalau lebih banyak lagi orang mengetahui hal ini, akan sangat bermanfaat, ketika saya harus bandingkan dengan pengajaran mengenai sikap positif yang saya pada literatur modern berada pada titik penerimaan pada suatu keadaan dengan tindakan yang positif, kemudian apabila melihat dari pengalaman-pengalaman guru-guru kami, yakni pada pengalaman Syeikh Abdul Qadir dan keluarganya rahimahumullah yang sabar ketika mendapat ujian kemudian tetap melaksanakan perintah Allah swt, yakni ketika seharian beliau dan keluarganya tidak dapati makanan, beliau sudah berusaha dan tidak dapat, sementara di rumah istrinya pun tidak dapati apa-apa untuk anaknya, sehingga anaknya tertidur, pas ketika datang, beliau tanyakan anaknya sudah shalat belum, sang istri menjawab belum, tapi khawatir apabila dibangunkan akan meminta makan, tapi keyakinan Syeikh cukup mantap, kemudian berkata bangunkan, urusan kita menjalankan perintah-Nya, untuk urusan rezeki kita itu urusan Allah swt, dan setelahnya, MasyaAllah tetangganya mengirimkan banyak makanan enak, MasyaAllah.
Demikian semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Comments
Post a Comment