Gambar : Tulisan Arab-Bahasa Melayu بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله صلاة و السلام علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه و بعد Pernah kita berpikir bahwa kenapa hidup kita seperti ini dan arahnya mulai kelihatan sesungguhnya kemana, padahal selama ini hal2 besar istimewa yang kita didambakan?!. Apabila begitu sesungguhnya kita sedang didekatkan kepada takdir kita yang sesungguhnya, yang selamat, bahagia, tenang, aman, sejuk, dan penuh keberkahan dengan kehendak dan ridha-Nya. Dari pada yang susah bukan untuk kita takdirnya dan tidak sesuai dengan kehendak dan ridha-Nya. Apalagi menimbulkan rasa tidak senang di hati, berkurangnya rasa syukur, dan penyalahan takdir atau penyesalan. Berusaha sudah, berdo'a sudah, saatnya bertawakal, dan berbahagia, juga menerima takdir, karena kita akan masuk pada jalan kehidupan kita sebenarnya, penuh keberkahan, bahagia mulai dari hal kecil, punya rezeki baik dari bekerja dll, mulai untuk makan minum, menikah, memiliki keturunan, ...
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah wasyukur lillah, washalatu wasalamu 'alaa Sayyidina Muhammadin shalallahu 'alaihi wa salam wa 'alaa alihi wa shahbihi wasalam, wa ba'du,
Berikut ini akan dipaparkan sedikit tentang sejarah do'a;
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah wasyukur lillah, washalatu wasalamu 'alaa Sayyidina Muhammadin shalallahu 'alaihi wa salam wa 'alaa alihi wa shahbihi wasalam, wa ba'du,
Berikut ini akan dipaparkan sedikit tentang sejarah do'a;
Menurut
catatan sejarah bahwa asal mula timbulnya do’a itu bermula dari Nabi Adam a.s
sebagaimana yang telah disebutkan dalam kitab “khazinatul Asrar” bahwa
setelah Nabi Adam a.s diciptakan dan ditiup roh, kepadanya diajarkan cara
berdo’a sebagaimana yang tersebut dalam surat Al-Fatihah yang artinya : “Ya
Tuhannku, tunjukilah aku jalan yang lurus, yaitu jalan mereka yang pernah
beroleh nikmat dari-Mu, bukan mereka yang Engkau murkai, dan bukan jalan mereka
yang sesat”. Kemudian dilanjutkan pula oleh Nabi Adam a.s dan Istrinya
ketika mereka terkena bujuk rayu Iblis melanggar larangan Allah swt hingga
mereka pun berdo’a: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami
sendiri,dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami,
niscaya kami tergolong orang-orang yang merugi” (lihat surat Al-A’raf :
22-23). Semenjak itulah mulai dikenal do’a dan digunakan oleh anak cucu Adam,
hingga kepada kita sekarang ini. Dan dengan demikian ibadat do’a itu hampir
digunakan oleh seluruh bangsa manusia sekalipun manusia yang tidak bertuhan
kepada Allah, mereka pun berdo’a kepada
selain-Nya, yakni kepada benda-benda yang mereka anggap bisa mendatangkan
manfaat baginya (Labib M.Z : 19).
Demikian pemaparan yang bisa disampaikan mengenai hal tersebut, mohon maaf apabila ada kesalahan,baik kesalahan penulisan ataupun lainnya yang tentunya kesalahan tersebut datangnya dari kekhilafan penulis semata. Semoga bermanfaat. Amin. Wallahu'alam bishawab. Wasalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Daftar Pustaka :
-Labib, M.Z.Tanpa Tahun. Bimbingan Do’a dan Dzikir Mujarob.
Lintas Media.Jombang.
Comments
Post a Comment