Foto :arsip pribadi ketika ke ITB Bismillahirrahmanirrahim Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Alhamdulillah, sholatu wa salamu 'ala Nabi wa 'alaa Alihi wa Shohbihi wa tabi'in, Pada kesempatan kali ini saya mau share tapi agak nyeleneh, gpp, tapi pengalaman ini pengalaman ketika mengkaji do'a dari hadist lupa yg mana, tp klo gak salah tentang do'a tentang berikut Ya Allah ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa, selain Engkau. Kata Guru-guruku ini konteksnya lucu. Tapi waktu itu saya belum ngerti, hingga sampailah pada satu moment saya ketawa setelah berdo'a itu. Ya baru disadari oleh pengalaman bahwa ternyata kita manusia dan Allah SWT itu Tuhan kita, dan tak ada yang bisa ampuni dosa2 kita memang selain Allah SWT, Masya Allah. Dalam hidup ini sepertinya kita perbanyak ketawain diri kita sendiri, jangan orang lain, jangan juga terlalu anggap diri hebat, dan terlalu cool atau keren lah, sudahlah kadang kita gaptek, kam...
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah wasyukur lillah, washalatu wasalamu 'alaa Sayyidina Muhammadin shalallahu 'alaihi wa salam wa 'alaa alihi wa shahbihi wasalam, wa ba'du,
Berikut ini akan dipaparkan sedikit tentang sejarah do'a;
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah wasyukur lillah, washalatu wasalamu 'alaa Sayyidina Muhammadin shalallahu 'alaihi wa salam wa 'alaa alihi wa shahbihi wasalam, wa ba'du,
Berikut ini akan dipaparkan sedikit tentang sejarah do'a;
Menurut
catatan sejarah bahwa asal mula timbulnya do’a itu bermula dari Nabi Adam a.s
sebagaimana yang telah disebutkan dalam kitab “khazinatul Asrar” bahwa
setelah Nabi Adam a.s diciptakan dan ditiup roh, kepadanya diajarkan cara
berdo’a sebagaimana yang tersebut dalam surat Al-Fatihah yang artinya : “Ya
Tuhannku, tunjukilah aku jalan yang lurus, yaitu jalan mereka yang pernah
beroleh nikmat dari-Mu, bukan mereka yang Engkau murkai, dan bukan jalan mereka
yang sesat”. Kemudian dilanjutkan pula oleh Nabi Adam a.s dan Istrinya
ketika mereka terkena bujuk rayu Iblis melanggar larangan Allah swt hingga
mereka pun berdo’a: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami
sendiri,dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami,
niscaya kami tergolong orang-orang yang merugi” (lihat surat Al-A’raf :
22-23). Semenjak itulah mulai dikenal do’a dan digunakan oleh anak cucu Adam,
hingga kepada kita sekarang ini. Dan dengan demikian ibadat do’a itu hampir
digunakan oleh seluruh bangsa manusia sekalipun manusia yang tidak bertuhan
kepada Allah, mereka pun berdo’a kepada
selain-Nya, yakni kepada benda-benda yang mereka anggap bisa mendatangkan
manfaat baginya (Labib M.Z : 19).
Demikian pemaparan yang bisa disampaikan mengenai hal tersebut, mohon maaf apabila ada kesalahan,baik kesalahan penulisan ataupun lainnya yang tentunya kesalahan tersebut datangnya dari kekhilafan penulis semata. Semoga bermanfaat. Amin. Wallahu'alam bishawab. Wasalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Daftar Pustaka :
-Labib, M.Z.Tanpa Tahun. Bimbingan Do’a dan Dzikir Mujarob.
Lintas Media.Jombang.
Comments
Post a Comment