Thursday, August 7, 2014

Bimbingan Untuk Hijrah Ke Jalan Allah dan Rasul-Nya



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillah Alhamdulillahi ladzi laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah wa asyhaduanna Muhammadan Abduhu wa Rasuluhu aladzi laa Nabiya ba’dah. Allahumma inni audzubika min syururi anfusinaa wa min syai ‘amalinaa man yahdillah fa laa mudilalah wa man yudlil fa laa hadiyalah. Allahumma salli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa alihi wa shahbihi ajmain, ama ba’du.


Berikut akan disampaikan “Bimbingan Hijrah Ke Jalan Allah dan Rasul-Nya”, sejatinya penulis pun masih memerlukan bimbingan tersebut, namun tidak ada salahnya untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama mengenai hal tersebut yang penulis dapat dari orang-orang terbaik di sekeliling penulis dan literatur, semoga dapat bermanfaat khusus bagi diri penulis pribadi dan umumnya bagi pembaca sekalian, amin.

Sayyidina Umar Ibnu Khattab r.a berkata : aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda :”Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya, dan ….., maka barang siapa yang hijrah kepada Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasulnya, maka siapa yang hijrah untuk dunia…atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya untuk apa yang dihijrahinya”. (H.R.Bukhari dan Muslim) dalam kitab (Irsyadul ‘Ibad ila> Sabi>lir Rasya>d) Karya Syeikh Zainuddin Al-Malibari .


  1. Bagi Seorang Muslim
·         Tetapkan niat
                            Nabi Muhammad saw., “Sesungguhnya semua amal itu tergantung niat.” (H.R. Muttafaq alaih).
·         Berlindung kepada Allah swt
Hal ini dapat dilakukan dengan membaca do’a memohon perlindungan kepada Allah swt yang telah diajarkan Rasulullah saw.
·         Bertobat
Setelah menghisab amal perbuatan kita (muhasabatun nafsi/intropeksi diri) dan diketahui kesalahan dan dosa kita hendaklah bertobat taubatan nasuha (memperbaiki diri dengan sebenar-benarnya atau semurni-murninya). Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 8 sebagai berikut :
8. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Seseorang baru bisa disebut taubatan nasuha apabila bertaubat dengan semurni-murninya dan telah berhenti berbuat dosa atau maksiat. Berbeda orang berbeda kemampuan untuk mencapai taubatan nasuha, ada yang langsung bertaubat dan langsung mendapat taufiq dan hidayat-Nya untuk sama sekali tidak mengulangi kesalahan dan dosa lagi tapi ada sebaliknya dia harus berulang kali berbuat dosa dan bertaubat. Tetapkan niat kemudian berlindunglah kepada Allah swt sebelum bertaubat kemudian meminta taufik-Nya (pertolongan-Nya) agar kita terhindar dari perbuatan dosa sesudah kita mendapat petunjuk untuk bertaubat.

·         Perkuat keimanan (Rukun Iman)
Berikut penjelasan mengenai iman ;
Menurut riwayat hadist dari Abdillah bin Umar rad}iyalla>h ‘anhuma>, dan disahihkan oleh Imam Muslim. Ketika itu kami (Umar dan kaum muslimin) sedang duduk dengan Rasulullah saw, datang seorang pemuda duduk [1] di dekat Rasulullah saw, kemudian bertanya.
فقال :" اخبرني عن الايمان ؟" , فقال النّبيّ صلّي الله عليه وسلّم :" الايمان ان تؤمن با لله وان تؤمن بملائيكته و ان تؤمن بكتبه وان تؤمن برسله وان تؤمن با ليوم الاخره وتؤمن با لقدر خيره و شرّه من الله تعالى", فقال :" صدقت يا محمّد ".
Artinya:
Beritahu saya tentang iman? “kemudian Nabi saw menjawab ;   Iman itu adalah beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat-malaikat Allah, beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada rasul-rasul Allah, beriman kepada hari akhir, dan beriman kepada takdir baik dan takdir buruk dari Allah ta’ala”. Kemudian ia berkata ; “ anda benar wahai Muhammad”. (H.R.Muslim).
Sabda Nabi Muhammad saw di atas kita kenal dengan rukun iman. Dengan kita memperkuat keimanan dan keyakinan akan hal tersebut di atas bagaimana mungkin kita sebagai seorang muslim akan merasa aman apabila berbuat fasik mengingat bahwa Allah itu Maha Hidup, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Berbicara , dan Maha Kekal dan kemudian ada Malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan kita. Dan setiap amal perbuatan kita kelak akan mendapat balasan, alangkah meruginya kita apabila membawa amal perbuatan yang buruk. Marilah saudaraku kita kembali ke jalan yang hak, mudah-mudahan dengan kita kembali ke jalan yang hak dan mengerjakkan amal perbuatan yang baik dosa-dosa kita diampuni-Nya. Dan mudah-mudahan dengannya keimanan kita dapat bertambah dan menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat terlebih perbuatan dosa atau fasik yang bisa merugikan.
Selain itu dengan memperkuat keimanan diharapkan kita mendapat petunjuk dan pertolongan Allah swt untuk bisa taat kepada-Nya dan menjauhi larangannya (takwa), sebagaimana dijelaskan oleh sabda Nabi Muhammad saw menurut riwayat Imam Bukhari rahimahumulla>h berikut :
Sabda Nabi saw., "Islam itu didirikan atas lima perkara."[ 1] Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang. Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)" (al-Fath: 4), "Kami tambahkan kepada mereka petunjuk."(al-Kahfi: 13), "Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk." (Maryam: 76), "Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya" (Muhammad: 17), "Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya" (al-Muddatstsir: 31), "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya." (at-Taubah: 124), "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka." (Ali Imran: 173), dan "Yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah)." (al-Ahzab: 22) Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari keimanan.
Penjelasan :
[1] Ini adalah potongan dari hadits Ibnu Umar, yang di-maushul-kan oleh penyusun (Imam Bukhari) dalam bab ini.

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas salah satu cara menambah keimanan yakni dengan membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya.


·         Melaksanankan Rukun Islam
Dan rukun  Islam  itu ada lima yaitu ;
Pertama membaca dua kalimat sahadat yakni aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah[2]  dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw itu utusan Allah. Kedua mendirikan shalat, ketiga mengeluarkan zakat, keempat berpuasa di bulan Ramadhan, kelima melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu menjalankannya (penjelasan dan bagaimana tata caranya bisa dilihat kitab fiqih karangan para ulama.
·         Belajar dan Jadikan Al-Qur’an dan Al-Hadist Sebagai Pedoman Hidup
         Al-Qur’an dan Al-Hadist memang dua pusaka bagi seorang muslim untuk dijadikan panduan hidupnya. Untuk lebih memahami makna keduanya bisa dirujuk kitab tafsir, kitab fiqih, dan riwayatnya dari para ulama.
·         Berbuat lurus
Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak akan seseorang memberat-beratkan diri dalam beragama melainkan akan mengalahkannya. Maka, berlaku luruslah, berlaku sedanglah, bergembiralah, dan mintalah pertolongan pada waktu pagi, sore, dan sedikit pada akhir malam." (H.R.Bukhari).

  1. Bagi Seorang Non-Muslim Yang Akan Memeluk Agama Islam (mua’alaf)
·         Mengucapkan dua kalimat sahadat
Membaca dua kalimat sahadat yakni  asyhadu ‘alaa ilaha illallah wa asuhadu’anna Muhammadan Rasulullah (aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah  dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah).
·         Tetapkan niat
                            Nabi Muhammad saw., “Sesungguhnya semua amal itu tergantung niat.” (H.R. Muttafaq alaih).
·         Berlindung kepada Allah swt
Hal ini dapat dilakukan dengan membaca do’a memohon perlindungan kepada Allah swt yang telah diajarkan Rasulullah saw.


·         Belajar dan Melaksanakan Rukun Iman
Berikut penjelasan mengenai iman ;
Menurut riwayat hadist dari Abdillah bin Umar rad}iyalla>h ‘anhuma>, dan disahihkan oleh Imam Muslim. Ketika itu kami (Umar dan kaum muslimin) sedang duduk dengan Rasulullah saw, datang seorang pemuda duduk  di dekat Rasulullah saw, kemudian bertanya.
فقال :" اخبرني عن الايمان ؟" , فقال النّبيّ صلّي الله عليه وسلّم :" الايمان ان تؤمن با لله وان تؤمن بملائيكته و ان تؤمن بكتبه وان تؤمن برسله وان تؤمن با ليوم الاخره وتؤمن با لقدر خيره و شرّه من الله تعالى", فقال :" صدقت يا محمّد ".
Artinya:
Beritahu saya tentang iman? “kemudian Nabi saw menjawab ;   Iman itu adalah beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat-malaikat Allah, beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada rasul-rasul Allah, beriman kepada hari akhir, dan beriman kepada takdir baik dan takdir buruk dari Allah ta’ala”. Kemudian ia berkata ; “ anda benar wahai Muhammad”. (H.R.Muslim).
Sabda Nabi Muhammad saw di atas kita kenal dengan rukun iman. Dengan kita memperkuat keimanan dan keyakinan akan hal tersebut di atas bagaimana mungkin kita sebagai seorang muslim akan merasa aman apabila berbuat fasik mengingat bahwa Allah itu Maha Hidup, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Berbicara , dan Maha Kekal dan kemudian ada Malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan kita. Dan setiap amal perbuatan kita kelak akan mendapat balasan, alangkah meruginya kita apabila membawa amal perbuatan yang buruk. Marilah saudaraku kita kembali ke jalan yang hak, mudah-mudahan dengan kita kembali ke jalan yang hak dan mengerjakkan amal perbuatan yang baik dosa-dosa kita diampuni-Nya. Dan mudah-mudahan dengannya keimanan kita dapat bertambah dan menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat terlebih perbuatan dosa atau fasik yang bisa merugikan.
Selain itu dengan memperkuat keimanan diharapkan kita mendapat petunjuk dan pertolongan Allah swt untuk bisa taat kepada-Nya dan menjauhi larangannya (takwa), sebagaimana dijelaskan oleh sabda Nabi Muhammad saw menurut riwayat Imam Bukhari rahimahumulla>h berikut :
Sabda Nabi saw., "Islam itu didirikan atas lima perkara."[ 1] Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang. Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)" (al-Fath: 4), "Kami tambahkan kepada mereka petunjuk."(al-Kahfi: 13), "Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk." (Maryam: 76), "Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya" (Muhammad: 17), "Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya" (al-Muddatstsir: 31), "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya." (at-Taubah: 124), "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka." (Ali Imran: 173), dan "Yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah)." (al-Ahzab: 22) Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari keimanan.
Penjelasan :
[1] Ini adalah potongan dari hadits Ibnu Umar, yang di-maushul-kan oleh penyusun (Imam Bukhari) dalam bab ini.

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas salah satu cara menambah keimanan yakni dengan membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya.

·         Melaksanankan Rukun Islam
Dan rukun  Islam  itu ada lima yaitu ;
Pertama membaca dua kalimat sahadat yakni aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah  dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw itu utusan Allah. Kedua mendirikan shalat, ketiga mengeluarkan zakat, keempat berpuasa di bulan Ramadhan, kelima melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu menjalankannya (penjelasan dan bagaimana tata caranya bisa dilihat kitab fiqih karangan para ulama.
·         Belajar dan Jadikan Al-Qur’an dan Al-Hadist Sebagai Pedoman Hidup
         Al-Qur’an dan Al-Hadist memang dua pusaka bagi seorang muslim untuk dijadikan panduan hidupnya. Untuk lebih memahami makna keduanya bisa dirujuk kitab tafsir, kitab fiqih, dan riwayatnya dari para ulama.
·         Berbuat lurus
Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak akan seseorang memberat-beratkan diri dalam beragama melainkan akan mengalahkannya. Maka, berlaku luruslah, berlaku sedanglah, bergembiralah, dan mintalah pertolongan pada waktu pagi, sore, dan sedikit pada akhir malam." (H.R.Bukhari).
Demikian uraian mengenai hal tersebut.Wallahu’alam. Allahumma inni audzubika wa asytagfiruka wa atubu ilaik. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Daftar Pustaka
-Al-Qur’an
-Al-Hadist
- Zainuddin,Al-Malibari. .Irsyaadul ‘Ibaad ilaa Sabili Rasyaad. Maktabah Musyaakatu Al-Islamiyah.



[1] Pemuda tersebut adalah Malaikat Jibril yang menyamar menjadi seorang pemuda untuk mengajarkan ilmu agama kepada kaum muslimin pada waktu itu.
[2] Tiada tuhan yang pantas untuk disembah melainkan hanya Allah swt.

1 comment: