Saturday, January 17, 2015

Keutamaan Orang Yang Menuntut Ilmu Agama

Keutamaan orang yang menuntut ilmu agama




Gambar @pixabay




Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin wa bihi nasta'inuhu 'umur dunya wa ddin wa shalatu wa salamu 'ala Sayyidinaa wa Maulanaa Muhammadin wa 'alaa alihi wa ashabihi ajmain, 'amma ba'du,

Pada kesempatan kali ini penulis akan memaparkan sedikit uraian mengenai Keutamaan Orang Yang Menuntut Ilmu Agama ;




Dalam Al-Qur’an disebutkan keutamaan orang yang  berilmu ;


18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu[1] (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Ali Imraan : 18).

 Penjelasan :

[1] Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu.

11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Mujaadilah : 11).

Dan terdapat keterangan lainnya dalam Al-Qur’an  mengenai  hal tersebut.
 


Sementara dalam Al-Hadist ;


و قال النّبيّ صلّي الله عليه و سلّم "طلب العلم فريضة علي كلّ مسلم

Artinya :

Nabi saw bersabda : “ Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim

قال النّبيّ صلّي الله عليه و سلّم : " من يرد الله به خيرا يفقه في الدّين".

Artinya:

Nabi saw bersabda :” Bila Allah menghendaki seseorang akan kebaikan, maka Allah akan memberikan pemahaman ilmu agama” (HR.Bukhari dan Muslim).

وقال النّبيّ صلّي الله عليه و سلّم : " ماعبد الله بشئ افضل من فقه في الدّين".

Artinya

Nabi saw bersabda :” Tidak ada suatu praktek ibadah kepada Allah pun yang lebih utama dibandingkan dengan paham akan agama (faqih)” (HR.Tirmidzi).
 


Kewajiban menuntut ilmu  bagi seorang muslim sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad saw dalam hadistnya di atas, menurut Imam Al-Ghazali  (dalam kitab  Ihya Ulumuddin , kitab ilmu) ada dua, pertama yang bersifat fardhuain dan fardhu kifayah. Adapun yang termasuk fardhuain itu di antara para ulama terdapat perbedaan pendapat, adapun menurut Abu Thaalib Al-Makii sebagaimana hadist Nabi saw ; Islam itu didirikan atas lima  yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah….(hingga akhir hadist  (disebut  rukun Islam)) .Dalam hal ini  yang fardu ‘ain tersebut menurutnya  ialah ilmu untuk mengamalkan rukun Islam tersebut. Adapun yang termasuk fardhu kifayah adalah ilmu-ilmu yang maslahat (bermanfaat) untuk kepentingan  kehidupan.
Demikian uraian singkat tersebut, insyaAllah apabila ada kesempatan mudah-mudahan bisa ditambah lagi referensinya, semoga bermanfaat, mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian, yang tentunya kesalahan tersebut datangnya dari pribadi penulis sendiri, dipersilahkan bagi pembaca untuk memberikan koreksi.
-Wallahu'alam-
 
Sumber :

-Al-Qur'an
-Al-Hadist
-Kitab Ihya Ulumuddin
 

No comments:

Post a Comment