Skip to main content

Keutamaan Seseorang Yang Menetapi Tauhid

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillahi laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah wa asyahaduanna Muhammadan abduhu wa rasuluh aladzi laa nabiya ba'dah, Allahumma inni audzubika min syururi anfusinaa wa min syai 'amalina man yahdillah falaa mudilalah wa man yudlil falaa hadiyalah. Allahumma shali 'alaa Sayyidinaa Muhammad wa 'alaa alihi wa shahbihi ajmain, ama ba'du,


Pada kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan beberapa riwayat hadist yang menunjukan keutamaan seseorang yang menetapi tauhid, pada literatur lain disebut dalil yang menunjukkan bahwa orang yang mati dalam keadaan menetapi tauhid, niscaya akan masuk surga, semoga ada manfaatnya khusus bagi diri pribadi penulis dan pembaca sekalian amin,


 Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Shahih Muslim No.41)
Hadis riwayat Muaz bin Jabal ra., ia berkata:
Aku pernah membonceng Nabi saw, yang memisahkan antara aku dan beliau hanyalah bagian belakang pelana. Beliau bersabda: Hai Muaz bin Jabal. Aku menyahut: Ya, Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian berjalan sejenak, kemudian beliau bersabda lagi: Hai Muaz bin Jabal. Aku menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian berjalan sejenak, kemudian beliau kembali memanggil: Hai Muaz bin Jabal. Aku pun menyahut: Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Beliau bersabda: Tahukah engkau, apa hak Allah atas para hamba? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda: Hak Allah atas para hamba, yaitu mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Setelah berjalan sesaat, beliau memanggil lagi: Hai Muaz bin Jabal Aku menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bertanya: Tahukah engkau apa hak hamba atas Allah, bila mereka telah memenuhi hak Allah? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak akan menyiksa mereka. (Shahih Muslim No.43)
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. dan Muaz bin Jabal berboncengan di atas tunggangan. Rasulullah saw. bersabda: Hai Muaz. Muaz menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. memanggil lagi: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Sekali lagi Rasulullah saw. memanggil: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bersabda: Setiap hamba yang bersaksi bahwa: Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, maka Allah mengharamkan api neraka atasnya. Muaz berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku memberitahukan hal ini kepada orang banyak agar mereka merasa senang? Rasulullah saw. bersabda: Kalau engkau kabarkan, mereka akan menjadikannya sebagai andalan. (Shahih Muslim No.47) [1]
Hadis riwayat Itban bin Malik ra.:
Dari Mahmud bin Rabi` ia berkata: Aku datang ke Madinah dan bertemu Itban. Dan aku berkata: Aku mendengar cerita tentang engkau. Itban berkata: Mataku terkena suatu penyakit. Lalu aku menyuruh orang menghadap Rasulullah saw. untuk mengatakan kepada beliau bahwa aku ingin engkau (Rasulullah saw.) datang dan mengerjakan salat di rumahku, sehingga aku dapat menjadikannya sebagai mushalla. Nabi pun datang bersama beberapa orang sahabat beliau. Beliau masuk dan mengerjakan salat di rumahku. Sementara itu para sahabat saling berbincang di antara mereka. Mereka umumnya sedang membicarakan Malik bin Dukhsyum (artinya, mereka membicarakan sikap orang-orang munafik yang buruk, di antaranya Malik). Mereka ingin Rasulullah saw. berdoa agar Malik mendapat celaka. Mereka ingin ia tertimpa malapetaka. Ketika Rasulullah saw. selesai salat, beliau bertanya: Bukankah ia bersaksi: Bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah? Para sahabat menjawab: Memang benar ia mengucapkan itu, tetapi itu tidak ada dalam hatinya. Rasulullah saw. bersabda: Seseorang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, tidak akan masuk neraka atau dimakan api neraka. (Shahih Muslim No.48) 

[1] Pada sebuah riwayat  Muaz r.a baru menyampaikan hadist ini ketika akan meninggal dunia, disampaikan agar tidak menjadi dosa, wallahu'alam.

Demikian uraian mengenai hal tersebut, wallahu'alam, semoga bermanfaat, amin.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Daftar Pustaka

- Al-Hadist
http://hadith.al-islam.com/bayan/Tree.asp?Lang=IND




Comments

Popular posts from this blog

Sesungguhnya Amal Perbuatan Itu Tergantung Niatnya

Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung kepada niatnya




 Gambar @ pixabay Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillahiladzi nasta'inuhu 'umur dunya wad din wa shalatu wa salamu 'alal asraafil anbiya'i wal mursalin Sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa alihi wa ashhabihi wa salim, 'amma ba'du,
Berikut adalah hadist yang menyatakan bahwa amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, penulis sengaja tulis di sini semoga menjadi pengingat kembali khusus bagi diri pribadi penulis dan umumnya bagi pembaca untuk meluruskan niat sebelum dan dalam beramal;

Do'a Untuk Menghilangkan Kesusahan Hidup

Do'a Untuk Menghilangkan Kesusahan Hidup
Gambar oleh Chealwynatvoie @pixabay


Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh,

Innal hamdalillah wa sholatu wa salaamu 'alaa Sayyidinaa Muhammad shalaallahu 'alaihi wa salaam. Wa ba'du,

Berikut adalah do'a yang bisa dipanjatkan untuk menghilangkan kesusahan dalam hidupatau  saat kita sedang menghadapi kesulitan dalam hidup;

Di antara Keutamaan Bersholawat Kepada Nabi Muhammad saw

Gambar @ pixabay
Di antara keutamaan bersholawat kepada Nabi Muhammad saw : Bismillahirrahmanirrahiim Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh, Alhamdulillahi ladzi arsala rosulahu bil huda wa dinnil haq, wa sholatu wa salamu 'ala Habibina Muhammad  Shalallahu 'alihi wa salam, wa 'alaa alihi wa shohbihi ajmain, wa ba'du,
Fadilah (keutamaan) bersholawat atas Nabi sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran bahwa Allah Swt. dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat atas Nabi Muhammad Saw., seperti terlihat dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi... ." (QS.33:56).
Penggalan ayat ini menunjukkan bahwa Allah Swt. melimpahkan rahmat bagi Nabi Muhammad Saw. dan para malaikat memintakan ampunan bagi Nabi Muhammad Saw. Karena itu, pada lanjutan ayat tersebut, Allah Swt. menyuruh orang-orang mukmin supaya bersholawat dan memberi sholawat kepada Nabi Muhammad Saw.: "...Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk N…