Friday, August 29, 2014

Belajar Memiliki Sikap Ihsan Dalam Perbuatan dan Amal Ibadah



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin wa bihi nasta’inuhu umur dunya wa din wa shalatu wa salamu ‘ala Sayyidina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa salam wa ‘ala alihi wa shahbihi ajmain, wa ba’du ,

Pada kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan sedikit pengertian ihsan dan sedikit uraian pentingnya memiliki sikap ihsan ini, semoga uraian ini dapat bermanfaat khususnya bagi pribadi penulis dan umumnya bagi pembaca sekalian, amin.

Berdasar pengalaman penulis sulit rasanya memiliki sikap ihsan ini, dari waktu ke waktu rasanya masih jauh untuk bisa bersikap ihsan yang istiqomah,  masih saja tidak menyadari bahwa Allah swt itu Maha Melihat dan Maha Mengetahui pada apa saja yang kita perbuat. Pada satu kesempatan kita betul-betul bisa bersikap ihsan hingga amal ibadah kita betul-betul ditunaikan dan dijalankan secara khuysu, sebagai contoh kita rela meninggalkan makanan yang menggoda selera ketika kita berpuasa padahal tidak ada seorang pun di tempat itu, tapi terkadang satu kesempatan lain perbuatan kita jauh dari nilai amal ibadah yang telah dilakukan. Ada istilah kita shalat tapi perbuatan kita jauh dari ‘shalat’ ‘mencegah perbuatan buruk dan munkar’, astagfirullah. Ada lagi istilah ‘stmj’ ‘shalat tetap maksiat jalan’ naudzubillahi min dzalik. Ada lagi istilah’ shalat tapi hidupnya tidak shalat’ naudzubillahi min dzalik.
Nah, dari pengalaman yang sudah-sudah hendaknya kita bisa menarik pelajaran untuk ke depannya, salah satunya dengan selalu memiliki sikap ihsan ini, untuk dapat belajar memiliki sikap ihsan ini mari kita mulai dengan memahami pengertiannya, mudah-mudahan Allah swt memberikan taufik-Nya kepada kita, berikut penjelasan mengenai ihsan tersebut  menurut riwayat hadist dari Ibnu Umar r.a yang terdapat pada kitab Masa’il As-Samarqandi dan kitab Ma’rifat Islam wal Iman;
.......(sebelumnya terdapat penjelasan mengena Iman dan Islam)
ثمّ قال :" اخبرني عن الاحسان؟", فقال رسول الله صلّي الله عليه وسلّم  :"الاحسان ان تعبد ربّك كانّك تره, فان لم تكن تراه فانّه يراك ", فقال:" صدقت يا محمّد"........
......Summa qa>la akhbirniy  anil –ihsa>ni?, fa qa>la rasu>lull>ahi s}alla>  Alla>hu ‘alayhi wa sallam : Al-Ihsa>nu, an ta’buda Rabbaka ka>nnaka tara>hu fa in lam takun tara>hu, fa innahu yara>ka , fa qa>la ;s}adaqta ya> Muhammad.....
Kemudian ia bertanya; “ Beritahu saya tentang apa itu ihsan? “, Maka  Rasulullah saw bersabda : “ ihsan itu adalah beribadah kepada Tuhan mu karena anda melihatnya , apabila anda tidak bisa melihat-Nya ,  maka sesungguhnya Dia Maha Melihat anda”. Maka ia menjawab ; “ anda benar wahai Muhammad”....(setelahnya terdapat penjelasan mengenai hari kiamat).
Penjelasan di atas sebagaimana penjelasan riwayat hadist lainnya ;
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu termasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka. (Shahih Muslim No.10)
Itulah penjelasan mengenai ihsan tersebut, dan untuk mendapat pertolongan agar kita bisa bersikap ihsan, berikut ada beberapa do’a yang diajarkan Rasulullah saw (H.E. Abdullah : 22 dan 25) ;
Do’a perlindungan agar dijauhkan dari perbuatan munkar ;
اللهُمَّ إِنِّى اَعُذُبِكَ مِن مُنكَرَاتِ الاَخلاَقِ وَالأَعمَالِ وَالأَهوَاءِ
Alla>humma inni> a’udzubika min munkara>til akhlaqi wal a’ma>li wal ahwa>’i
Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemunkaran akhlak, perbuatan, dan hawa nafsu (H.R. At-Tirmidzi 3951). Kata Qathabah (salah seorang sahabat Rasulullah)  Rasulullah suka membaca do’a ini. Dalam keterangan lain pada akhir doanya ditambah dengan wal adwa>’i (yakni berlindung dari penyakit yang berbahaya).


Dan  do’a memohon kesehatan keimanan ;

اللهُمَّ إِنِّى أَسئَلُكَ صِحَّةً فِى إِيمَانٍ وَ إِمَانًا فِى حُسنِ خُلُقٍ وَ نَجَاحًا يَتبَعُهُ فَلاَحُ وَ رَحمَةً مِنكَ وَعَافِيَةً وَمَغفِرَةً مِنكَ وَ رِضوَانًا
Alla>humma inni> as’aluka s}ihhatan fi> i>ma>nin wa ima>nan fi> husni khuluqin  wa naja>han yatba’uhu falahun wa rahmatan minka wa ‘a>fiyatan wa magfiratan minka wa ridwa>nan
Wahai Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu  kesehatan iman, serta keimanan dari bagusnya tingkah laku, dan memohon keuntungan yang diikuti oleh kebahagiaan, serta aku memohon kepada-Mu rahmat-Mu, kesehatan yang sempurna dan ampunan-Mu. (H.R. Hakim, Mustadrak 1/523 dari Abu Hurairah).

Demikian sedikit uraian mengenai pentingnya memiliki sikap ihsan, wallahu’alam, semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Daftar Pustaka
- Samarqandi, Abi Laits, 1800. Kitab Masa>’il As-Samarqandi>.
- Muslim . 2002. Terjemah Hadis Shahih Muslim, Penerjemah: Ahmad Sunarto. Penerbit Husaini. Bandung.
   - Abdullah, H.E. 1981.  75 Do’a-do’a Rasulullah. -. Bandung.





No comments:

Post a Comment